BREAKINGNEWS.CO.ID - Selain mendapatkan apresiasi dari festival film dalam negeri, industri perfilman di Indonesia memang dapat dikatakan membanggakan. Dari tahun ke tahun, proyek film berkualitas mewakili Indonesia di festival film bergengsi di dunia. Salah satunya film pendek karya Aditya Ahmad yang diproduksi Miles Films berjudul Kado (A Gift) masuk kompetisi film pendek Orizzonti, The 75th Venice International Film Festival 2018.

Film yang diproduseri Mira Lesmana dan Riri Riza masuk ke kompetisi film pendek Orizzonti, The 75th Venice International Film Festival 2018 ini tercatat sebagai ajang flim bergengsi dan tertua di dunia.

Kado (A Gift) ditulis dan disutradarai Aditya Ahmad, sineas berusia 29 tahun asal Makassar yang dikenal lewat film pendek Sepatu Baru (2014) dan peraih penghargaan festival film internasional di Berlin dan Singapura. Jika Sepatu Baru diproduksi sebagai tugas akhir di Institut Kesenian Makassar, Kado diproduksi oleh Mira Lesmana dan Riri Riza di bawah bendera Miles.

Kado berdurasi 15 menit. Film ini berkisah tentang remaja bernama Isfi, yang bersemangat menyambut ulang tahun sahabatnya Nita. Demi bisa menyiapkan kado istimewa di kamar Nita, Isfi harus mengenakan rok panjang dan hijab.  Menurut Adit, kelahiran 1989, ide cerita Kado datang dalam masa ketika dia merasa sangat jenuh dalam hidup. Sebelum ide ceritanya lahir, Adit bertemu dengan Mira dan Riri yang mengingatkan dia tentang "waktu terbaik membuat film".

"Tahun 2016, saya sempat merasakan jenuh sekali dalam hidup. Mira Lesmana dan Riri Riza lalu mengingatkan, justru masa-masa penuh keresahan seperti inilah waktu terbaik untuk membuat film," kata Adit dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (26/7/2018).



Dia bertemu Isfi, teman lamanya yang berbagi keresahan lain sebagai remaja. Isfi adalah pemain utama Sepatu Baru yang telah beranjak remaja. Saat mereka bertemu, Isfi sedang resah menghadapi konflik perbedaan dan pencarian identitas diri. Dari cerita itu, naskah Kado dikembangkan.

"Saya bisa merasakan betul keresahan Isfi, yang selalu merasa beda atau dibedakan dalam lingkungannya. Saya ingin menceritakan pergulatan remaja seperti Isfi, dalam menemukan identitasnya," ungkap Adit.

Mira dan Riri menyebut bahwa Adit punya bakat besar sebagai seorang pencerita. 
"Kami ingin memberi ruang lebih lebar untuknya mengembangkan potensi di dunia film," ujar Mira. "Ide cerita dan persoalan yang ditawarkan Kado sangat relevan, universal, dan sekaligus sangat lokal. Aditya Ahmad berhasil dalam bercerita, membuat karya kompleks namun tetap menyentuh," tambah Riri.

Festival Film Internasional Venesia 2018 akan digelar pada 29 Agustus - 8 September. Ini adalah festival film internasional tertua dan satu dari tiga festival film bergengsi di dunia. Sejak gelaran tahunan ke-67 pada 2010, festival ini punya sesi kompetisi baru bernama Orizzonti, yang didedikasikan bagi film-film yang mewakili tren estetika dan ekspresi baru dalam perfilman internasional.

Aditya Ahmad dijadwalkan berangkat ke Venesia, Italia, pada awal September 2018 untuk menghadiri penayangan perdana (World Premiere) "Kado" di the 75th Venice International Film Festival.