BREAKINGNEWS.CO.ID - Melanjutkan kisah film Ada Apa Dengan Cinta yang diperankan dua tokoh sentral Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra mengingat romansa hubungan keduanya yang tayang sejak tahun 2002 lalu sebagai Cinta, dan Nicholas Saputra dikenal sebagai Rangga. Kini, mereka dipertemukan dalam film berjudul “Aruna dan Lidahnya”.

Tapi kali ini mereka tidak memerankan Cinta dan Rangga, tidak juga terlibat kisah cinta. Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra bertemu dalam sebuah film bertema kuliner dan persahabatan. Perjalanan ini pun dipenuhi dengan dialog-dialog tentang kisah kehidupan dan rahasia terpendam di antara mereka.

Di antara mereka ada Oka Antara dan Hannah Al Rashid yang ikut nimbrung dalam sebuah kisah persahabatan (dan yah tentu saja cinta) serta konspirasi. Uniknya, ketiga elemen itu dibalut oleh satu hal yang bisa dikatakan kebutuhan pokok manusia: kuliner alias makanan. Keempat aktor/aktris papan atas Indonesia ini dipertemukan dalam 'Aruna & Lidahnya'.

'Aruna & Lidahnya' bercerita tentang Aruna (Dian Sastrowardoyo) yang mendadak diberi tugas oleh bosnya, Pak Burhan (Desta Mahendra), untuk melakukan investigasi keliling ke empat kota di Indonesia sambil melakukan sebuah petualangan kuliner.

Kira-kira begitu cuplikan cerita dari film yang diproduksi oleh Palari Films dan akan tayang pada 27 September 2018 tersebut. Edwin, sutradara film 'Posesif' yang tahun lalu dianugerahi penghargaan Sutradara Terbaik FFI 2017 didapuk sebagai sutradara film 'Aruna & Lidahnya'.

Menurut Laksmi Pamuntjak, sang penulis novel, Edwin adalah satu-satunya orang yang dia percaya untuk membuat film dari karyanya tersebut. "Terus terang saya nggak bisa membayangkan novel saya diadaptasi ke film oleh orang lain selain Edwin," katanya dalam press conference film yang digelar di Plaza Indonesia pada Kamis (9/8/2018).

Sejak novelnya dirilis tahun 2014 lalu, Edwin sendiri sudah langsung membaca habis buku tersebut dan jatuh cinta pada kisahnya.

“Pemilihan Aruna dan Lidahnya sebagai proyek lanjutan setelah ​Posesif merupakan usaha Palari Films untuk memotret relasi manusia dengan cara yang jarang diperlihatkan di film Indonesia. Film kali ini bergenre drama romantis yang menekankan pada intimasi hubungan antar manusia yang dinamis seperti pekerjaan, percintaan, persahabatan yang semuanya bertemu di penjelajahan kuliner,” ujar Meiske Taurisia selaku produser.

“Film ​Aruna dan Lidahnya tidak semata-mata membicarakan makanan sebagai objek. Di film ini meja makan menjadi tempat  berkumpulnya manusia yang memungkinkan terjadinya perbincangan secara intim.” tambah Muhammad Zaidy selaku produser.

Peristiwa tersebut disuguhkan sewajarnya, selayaknya kehidupan sehari-hari. Hubungan antara para karakter nyata dan dapat dialami siapa saja. Misalnya bagaimana ketika pekerjaan bersisian dengan urusan pribadi yang tidak diinginkan. Dengan premis seperti itu, film ini menjanjikan pengalaman menonton yang menggiurkan dan juga mengenyangkan pikiran.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Nicholas Saputra. Aktor yang sudah sering bekerja dengan Edwin ini memerankan karakter Bono, seorang koki yang hendak mengeksplorasi kuliner nusantara. Nico yang juga bisa memasak tak terlalu sulit untuk memerankan Bono yang menyenangkan. “Untuk film ini, saya belajar juga presentasi dan plating. Belajar dari koki langsung untuk menambah pendalaman karakter,” ceritanya.

Dian dan Nico yang sudah sering bekerja sama di beberapa film mendapatkan pengalaman baru dalam film ini yaitu memerankan karakter sahabat dekat yang kental. Hubungan yang sebenarnya merupakan cerminan langsung dari keseharian mereka. Ini menjadikan karakter yang mereka mainkan unik dan tidak dapat ditemukan di film-film lainnya.

Akting merupakan bahan baku utama film ​Aruna dan Lidahnya. Ensemble empat  pemain yang sudah tidak diragukan kualitasnya diracik menjadi sesuatu yang istimewa. Dian, Oka, Hannah, dan Nico mempertunjukkan keahlian mereka untuk berakting memainkan karakter yang punya kedalaman tapi juga ringan disaksikan.

Selain empat karakter yang sudah diumumkan sebelumnya, film ini juga dibintangi oleh Deddy “Desta” Mahendra dan Ayu Azhari. Desta berperan sebagai Pak Burhan, bos Aruna di tempat ia bekerja. Ayu Azhari menjadi Mbak Priya, atasan Farish yang dulunya pernah bekerja bersama Aruna.

Proses pengambilan gambar dilakukan dari bulan April hingga bulan Mei. Pasca produksi sedang berlangsung dan sudah dimulai sejak Juni. Rencananya, Palari Films akan melakukan roadshow ke sebelas kota untuk mempromosikan film.