BREAKINGNEWS.CO.ID – Pihak berwenang di Filipina pada Minggu (6/1/2018) mengatakan, korban tewas akibat badai tropis yang menerjang wilayah Filipina tidak lama setelah Natal bertambah menjadi 126 orang. Hujan deras yang disusul dengan tanah longsor turut memperparah keadaan.

Badai melanda pulau-pulau Filipina tengah dan timur pada tanggal 29 Desember 2018 lalu dan menyebabkan banjir besar serta tanah longsor. Lebih dari 100 orang tewas di daerah pegunungan Bicol di Manila bagian tenggara, kata para pejabat bencana regional. Di wilayah Bicol yang sering dilanda badai mematikan, badai tropis datang tanpa diduga karena angin kencang yang datang tidak terdeteksi sebagai badai oleh alat pendeteksi milik pemerintah.

Para pejabat mengatakan bertambahnya korban juga dikarenakan banyak warga yang enggan mengungsi. Mereka lebih memilih bertahan di rumahnya karena sedang menikmati liburan Natal 2018. "Dalam dua hari saja, Badai Usman mengguyur wilayah Bicol dengan curah hujan lebat, yang biasanya terjadi selama satu bulan," kata juru bicara badan bencana nasional, Edgar Posadas kepada AFP, Minggu (6/1), menggunakan nama lokal untuk badai yang telah melemah ke daerah bertekanan rendah.

"Operasi evakuasi sedang dilakukan, akan tetapi kami terkendala dengan akses yang dipenuhi lumpur dan medan yang tidak stabil." Korban tewas kemungkinan akan bertambah karena 26 orang dikabarkan masih hilang, Posadas menambahkan.

Menurut badan bencana nasional, ada lebih dari 152 ribu orang mengungsi akibat Badai Usman dan 75 orang terluka. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengunjungi daerah-daerah yang dilanda badai pada Jumat (4/1) lalu dan mendesak para pejabat untuk membangun pusat-pusat evakuasi daripada menggunakan sekolah sebagai tempat berlindung bagi para pengungsi.

Sekitar 20 topan dan badai menghantam Filipina setiap tahunnya dan menewaskan ratusan orang. Yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir adalah Topan Super Haiyan yang menyebabkan lebih dari 7.360 orang tewas dan hilang di Filipina tengah pada tahun 2013 lalu.