BREAKINGNEWS - Dalam upaya mendorong kualitas film Indonesia, Badan Perfilman Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Republik Indonesia membentuk Komite Festival Film Indonesia. Mengusung tema “Mencari Mahakarya Batasnya Hanya Kualitas”.

Berbeda dari 2017 yang diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara. Untuk tahun ini, ajang penghargaan perfilman Tanah Air dibagi dua katagori yakni malam nominasi dan apresiasi pada 6 November 2018 sebulan jelang malam puncak FFI yang akan diadakan pada Desember mendatang di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Mulai tahun ini FFI akan memasuki babak baru dari semula program penghargaan tahunan, FFI menjadi sebuah entitas yang beroperasi sepanjang tahun dan kerjanya berfokus pada usaha-usaha meningkatkan kualitas film Indonesia.

"Mulai tahun ini sudah dibentuk Komite yang bekerja dari tahun 2018-2020, buat kami ini merupakan terbaik, berkesinambungan yang akan yang kita capai tentang kualitas film Indonesia yang melibatkan stakeholder, bahkan bagaimana kita terhadap pendidikan,” ujar Lukman Sardi selaku Ketua Komite FFI 2018 - 2020, di XXI Metropole, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).

Festival Film Indonesia dilahirkan sebagai barometer perkembangan kualitas perfilman Indonesia. Sebuah ajang dengan otoritas tertinggi untuk pencapaian kualitas dan juga estetika terbaik diperfileman kita dengan piala citra sebagai lambang supremasinya.

Ketika kita melihat kebelakang, FFI pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955, sempat kembali diselenggarakan pada tahun 1960 dan 1967. Kemudian FFI mulai diselenggarakan secara rutin sejak tahun 1973. Namun sempat terhenti, pada tahun 1992 dan baru diselenggarakan kembali di tahun 2004.

Perkembangan film Indonesia selama tiga tahun ini sangat menggembirakan, dengan jumlah penonton yang terus meningkat, membuktikan bahwa film Indonesia sedang berkembang ke arah yang lebih baik. Meski demikian, tentu saja masih banyak pekerjaan rumah dan juga tantangan bagi para insan perfilman Indonesia. Maka diharapkan FFI ini akan berfokus pada usaha-usaha meningkatkan kualitas film Indonesia untuk memperkuat sisi budaya dan juga estetika film.

Pada Senin, 1 Oktober 2018 Festival Indonesia dibantu oleh Badan Perfilman Indonesia (BPI) hasil kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentuk Komite Festival Film Indonesia dengan masa kerja tiga tahun, yakni 2018-2020.

Ia dibantu oleh Catherine Keng sebagai sekretaris, Edwin Nazir (Keuangan & Pengembangan Usaha), Lasja F. Susatyo (Program), Nia Dinata (Penjurian) dan Coki Singgih (Komunikasi).

"Menuju malam puncak FFI 2018, kita akan ada kegiatan seperti workshop, akan ada beberapa kota yang akan pemutaran film di sekolah, setelah Desember 2018, kita terus melakukan apresiasi dan literasi ditempat publik nantinya juga akan ada Indonesia Movie Week, dimana publik akan jauh mengenal perkembangan film Indonesia," ujar Lukman Sardi.

"Kita akan melibatkan asosiasi berkualitas dari setiap asosiasi akan merekomendasikan, sampai 1-30 September tahun ini itu berarti dia masuk untuk diseleksi, 25 sampai 20 film dari situ juga akan muncul pemenang-pemenang, kita sama sekali, bahkan tidak ada yang tahu hasilnya seperti apa, kita juga akan mengambil juri - juri terbaik" tambah Lukman Sardi.

Sebulan sebelum Malam Anugerah, tepatnya pada 6 November 2018, Komite FFI akan menggelar pengumuman nominasi yang terdiri dari 23 kategori.