BREAKINGNEWS.CO.ID - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan jika Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menjadi penasehat khusus Prabowo Subianto di Pilpres 2019. "Pak SBY akan menjadi penasehat khusus Pak Prabowo," kata Ferdinand saat ditemui wartawan di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018).

Adapun kepastian terkait dengan posisi tersebut, Ferdinand mengatakan jika akan diumumkan usai pertemuan dengan Prabowo. Pertemuan tersebut rencananya akan berlangsung pada pukul 20:00 WIB, malam ini.

Tak hanya SBY, Ferdinand juga mengatakan jika Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menjadi Tim Pengarah Koalisi Prabowo-Sandiaga di ajang pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan berlangsung pada April 2019 mendatang. Selain itu, AHY juga akanenjadi juru kampanye nasional (jurkamnas) Prabowo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ferdinand mengatakan jika Ketum Demokrat SBY akan bertemu dengan Ketum Gerindra sekaligus calon presiden (capres) Prabowo Subianto malam ini. Menurutnya, pembahasan kali ini yakni terkait soal dukungan Demokrat terhadap Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Ferdinand mengatakan jika alasan dari beberapa kader yang tidak mendukung Prabowo yakni alasannya sedikit berbau SARA. "Kalau kita ungkap fakta yang sebenarnya, mungkin agak sedikit berbau SARA ya. Karena di beberapa daerah ini mayoritas non-muslim. Mereka selama ini agak takut dengan stigma yang ditempelkan kepada Pak Prabowo yang dinilai ekstrim gitulah,"katanya kepada wartawan di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9).

Lebih lanjut, Ferdinand juga mengungkapkan alasan lain terkait dengan membelotnya beberapa kader di daerah yang mendukung petaha Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, kader demokrat sendiri di ajang pemilihan presiden kali ini tidak menghadirkan kader sendiri. Bahkan, baik capres maupun cawapres bukan berasal dari kader Demokrat. "Tentu kami di Demokrat tidak bisa mengabaikan. Tentu kwmi harus berfikir bagaiman suara atau setidaknya dapat bertahan 10 persen suara. Itu yang sedang kami fikirkan, kami ramu," ujarnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku tidak mengabaikan dukungan Demokrat terhadap pasangan Prabowo-Sandiaga di ajang pilpres yang akan berlangsung pada April 2019 mendatang. "Tentu kami tidak mengabaikan dukungan kepada Pak Prabowo," ucapnya.