LONDON-Roger Federer memperpanjang catatan sejarahnya di Turnamen Grand Slam Wimbledon setelah ia memenangkan pertarungan finalnya dengan Marin Cilic, Minggu (16/7) malam di All England Tennis Club, London.

Federer mengakhiri mimpi Miran Cilic melalui pertarungan tiga set sepanjang 101 menit, sebuah laga final yang ringkas!

Petenis vetaran Swiss berusia 36 tahun ini, lahir 8 Agustus 1981 di Basel, menjadi pemain pertama di jagat tenis dunia yang pernah berlaga di 11 final Grand Slam Lapangan Rumput terbaik di muka bumi ini, dengan delapan diantaranya merebut gelar.

Federer needed just one hour and 41 minutes to defeat Cilic

Tambahan satu gelar dari Wimbledon sekaligus membuat Roger Federer sudah mengoleksi 19 gelar juara tunggal putra turnamen Grand Slam, yang mencakup Australia Terbuka, Prancis Terbuka, Wimbledon dan AS Terbuka.

Dari final Wimbledon 2017 ini, Marin Cilic akan tercatat sebagai finalis yang hanya merebut delapan angka. Ini merupakan angka terendah untuk finalis Wimbledon yang kalah sejak 2002 saat Lleyton Hewitt mengalahkan David Nalbandian 6-1, 6-3, 6-2.

Final terdekat dalam hal permainan yang dimenangkan oleh lawan akhir-akhir ini adalah kemenangan Federer atas Andy Roddick pada tahun 2009. Roddick memenangkan 39 pertandingan dalam lima setter epik, satu lebih banyak dari Federer yang menang 38.

Seusai pertandingann finalnya dengan Marin Cilic, Roger Federer mengatakan bahwa ia ingin selalu kembali ke Wimbledon. "Saya percaya saya akan kembali lagi," katanya.

Federer mendatangi Cilic seusai pertarungan mereka, dan secara terbuka dia memuji permainan Cilic. 

"Cilic berjuang dengan baik, dan bagaimana pun juga dia adalah pahlawan untuk negaranya. Selamat atas sebuah penampilannya di final turnamen yang luar biasa. Anda harus sangat bangga bermain di final ini. Kadang kala Anda tidak selalu merasa hebat di final. Saya harap kita bisa bermain di jalan di tempat yang lebih baik," papar Federer.

"Rasanya luar biasa hebat, memegang piala saat ini, dan tidak menjatuhkan satu set pun. Itu ajaib, terlalu banyak, sungguh," Federer mengungkapkan perasaannya yang istimewa.

Cilic in floods of tears during one changeover

Meski kecewa, Marin Cilic secara terbuka mengakui bahwa malam ini Federer bermain jauh lebih baik. "Saya sendiri rasanya sudah memberikan yang terbaik, hanya itu yang bisa saya lakukan," katanya.

Cilic sobs during one changeover

"Malam ini saya gagal, tetapi harus saya akui, saya telah melalui pertandingan-pertandingan yang menakjubkan di sini. Memainkan tenis terbaik saya di sini. Saya ingin berterima kasih kepada tim saya karena memiliki kekuatan yang luar biasa," tutur Marin Cilic, yang 28 September mendatang tepat berusia 28 tahun.

"Malam ini mungkin mengecewakan, tetapi saya sudah memberikan semuanya. Saya berharap bisa kembali ke sini dan memberikan satu kesempatan lagi...," papar Cilic yang di akhir pertandingan sempat berurai air mata.

BREAKINGNEWS.CO.ID