JAKARTA - FBI menyarankan pengguna router, bahwa para penjahat cyber asing telah membobol “ratusan ribu” perangkat router yang dipasang baik di rumah maupun kantor kecil di seluruh dunia yang mengarahkan lalulintas di internet dengan mengirimkan paket-paket data di antara jaringan komputer.

Seperti dilansir dari Ars Technica, Sabtu (26/5/2018), dalam sebuah pengumuman layanan publik, FBI telah menemukan bahwa para penjahat cyber asing memanfaatkan program jahat yang disebut VPNFilter yang dapat mengumpulkan informasi tentang para pengguna, mengeksploitasi perangkat-perangkat milik mereka dan menghalangi lalu-lintas jaringan internet.

Pengumuman tersebut tidak mengungkapkan rincian lainnya tentang asal dari para penjahat tersebut dan apa yang menjadi motivasi mereka.

“Ukuran dan lingkup infrastruktur dari program jahat VPNFilter bersifat signifikan,” ujar FBI, dengan menambahkan program tersebut mampu “melumpuhkan” perangkat-perangkat yang terinfeksi.

FBI menyatakan program jahat tersebut sulit untuk dideteksi, karena enkripsi dan taktik-taktik lain yang mereka gunakan.

FBI mendesak warga untuk menyetel ulang perangkat yang mereka miliki agar dapat menghalangi program jahat itu untuk sementara waktu dan membantu mengenali perangkat-perangkat yang terinfeksi.

Warga perlu untuk mematikan fitur setelah manajemen dari jarak jauh, mengubah kata kunci rahasia atau mengubah kata kunci rahasia dengan yang lebih aman, dan memasang firmware terbaru.