BREAKINGNEWS.CO.ID - Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan jika dukungan yang disampaikan oleh keluarga Gus Dur kepada pasangan capres-cawapres nomor urut satu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin tak lepas dari kinerja pemerintahan Jokowi dalam 4 tahun terakhir. Bahkan menurutnya, hal itu sudah diperhitungkan secara matang.

"Saya kira mereka sudah perhitungkan secara matang ya. Sehingga mereka dukung Jokowi," katanya kepada breakingnews.co.id saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Rabu (26/9/2018). "Lagi-lagi ini karena mereka lihat peluang menang dan lihat hasil kerja Jokowi dalam empat tahun terakhir," sambung Ramses yang juga sebagai dosen di Universitas Mercu Buana itu.

Adapun faktor lain yang menunjang dukungan dari keluarga mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu yakni adanya dukungan Nahdatul Ulama (NU) yang dinilai begitu besar. "Saya kira faktor lainnya yakni soal dukungan NU yang begitu besar ke Jokowi ya," sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Keluarga Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur, mendeklarasikan diri mendukung capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Deklarasi dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf disampaikan langsung oleh putri almarhum Gus Dur, Yenny Wahid, dalam konferensi pers Konsorsium Kader Gus Dur di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Rabu (26/9).

Hadir dalam pernyataan sikap ini, 9 organisasi perwakilan kader dan murid Gus Dur, diantaranya Barisan Kader Gus Dur, Gerakan Kebangkitan Nusantara, Forum Kyai Kampung Nusantara, dan Garis Politik Al Mawardi.

Kemudian Komunitas Santri Pojokan (KSP), Jaringan Perempuan NKRI (JPN), Millenial Political Movement, Forum Profesional Peduli Bangsa, dan Satuan Mahasiswa Nusantara. "Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 1, bismillah Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia," kata Yenny membacakan pernyataan sikap keluarga Gus Dur.

Yenny lalu mengatakan bahwa pemimpin harus berada sangat dekat dengan rakyat. Kedekatan itu, lanjutnya, hanya bisa dibangun ketika seorang pemimpin mampu berpikir sederhana bahwa tugasnya adalah menghadirkan keadilan dan kesetaraan.

"Keadilan dan kesetaraan dari kesewenang-wenangan sesama warga negara yang sering mengatasnamakan agama," ujarnya.. "Negara ini adalan negara yang kaya. Penuh dengan anak anak bangsa penuh talenta. Mereka yang punya keinginan untuk mengabdi. Namun semangat mereka sering dihadapkan pada kegetiran proses politik," imbuh Yenny.