BREAKINGNEWS.CO.ID - Timnas Indonesia suatu saat nanti bisa bermain di Piala Dunia U-17. Begitu keyakinan dari lubuk hati pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini. Timnas Indonesia U-16 hampir saja mencetak sejarah untuk pertama kali bermain di Piala Dunia. Namun, mompi itu sirna setelah tumbang dari Australia di babak perempat final. Berlaga di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, senin (1/10), Garuda Asia kalah 2-3.

Sempat unggul melalui Sutan Zico di babak pertama, gawang Indonesia dibobol Australia tiga kali lewat Daniel Walsh, Adam Leombruno, dan Noah Botic di babak kedua. Gol telat Rendy Juliansyah di pengujung babak kedua tidak mampu menyelamatkan Timnas Indonesia U-16 dari kekalahan.

"Sejatinya sepak bola di level usia muda bukan seberapa banyak kita meraih juara. Namun seberapa banyak kita membina pesepakbola. Contohnya saja pada Piala Dunia U-17 2017 yang ada di partai final yaitu Mali dan Nigeria. Kemana Argentina, Spanyol, Jerman, dan Brasil. Artinya apa, kita punya peluang untuk tampil di Piala Dunia. Dan kemarin peluang itu sudah kami raih pada 45 menit babak pertama," kata Fakhri.

"Sayang akhir pertandingan kita harus kalah. Tapi buat saya ini adalah pelajaran penting yang didapatkan pemain.Terlpeas dari itu kita bisa memetakan peluang-peluang kita untuk tampil di Piala Dunia," ujar Fakhri, menambahkan.


Fakhri menilai, para pemain Timnas Indonesia U-16 sudah menunjukkan kualitas sepak bola Indonesia yang tak bisa diremehkan. Buktinya saja, pada fase grup Timnas Indonesia U-16 keluar sebagai juara Grup C dengan poin 5. Hasil itu mereka dapatkan setelah mengalahkan Iran, dan dua kali imbang dengan India dan Vietnam.

"Kita bisa lihat 16 tim peserta di Piala Asia kemarin. Tidak ada satu negara pun yang mendominasi. Buktinya kita bisa mengalahkan Iran yang merupakan finalis Piala Asia sebelumnya. Kita juga bisa mengimbangi India yang saat persiapannya bisa mengalahkan Italia dan beberapa negara yang memiliki nama besar," beber Fakhri.


Fakhri melanjutkan, untuk mewujudkan mimpi yang hampir digapai itu, perlu adanya konsisntensi, dan dukungan dari pemerintah dan federasi dalam memperisapkan pemain-pemain muda. "Pekerjaan kita saat ini tinggal sedikit lagi dan selanjutnya kita harus kembali bekerja keras. Saya berharap sistem pembinaan sepak bola usia muda berkelanjutan," haral Fakhri.

Di sisi lain, para pemain Timnas Indonesia U-16 setelah Piala Asia ini akan dibubarkan sementara. Namun, pemerintah dan PSSI tetap memantau. Dilihat nantinya apakah para pemain bisa mengisi posisi Timnas Indonesia U-19.