BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal perselisihan terkait laporan awal hasil investigasi jatuhnya pesawat PK-LQP antara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak Lion Air. Menurut Fahri, hal itu bisa berdampak pada reputasi penerbangan di Indonesia.

"KNKT jangan berantem sama maskapai ya, dia harus independen. Dan maskapai ini jangan berantem dengan KNKT. Sampaikan pada saat dia diperiksa. Jangan kemudian kayak begini. Itu merusak reputasi dunia penerbangan Indonesia," kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Fahri meminta semua pihak saling menjaga reputasi penerbangan nasional. Karena, perselisihan antara KNKT dan Lion Air akan menimbulkan rasa takut wisatawan asing datang ke Indonesia. "Dan kalau reputasi penerbangan kita rusak, rusak juga negara ini. Siapa yang mau dateng ke negara ini, orang pesawatnya bisa jatuh setiap saat, dan otoritasnya berantem sama maskapai. Hati-hati dong," ucap Fahri.

Sebelumnya, KNKT dan Lion Air sempat berbeda pendapat soal kelaikan terbang pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/10). KNKT saat merilis Preliminary Report KNKT.18.10.35.04 tentang jatuhnya Lion Air PK-LQP, menyebut pesawat tersebut sudah tak laik terbang sejak akan terbang ke Jakarta dari Denpasar, malam sebelum pesawat tersebut jatuh keesokan harinya.

"Ini dasar keluar rekomendasi kita yang pertama, kepada Lion Air, pilotnya untuk menentukan terus atau kembali. Karena menurut pandangan kami, yang terjadi itu pesawat sudah tidak laik terbang," kata Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam jumpa pers di kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).

Sedangkan, Lion Air membantah pernyataan tersebut. Lion Air menegaskan pesawat Lion Air PK-LQP laik terbang sejak rute Denpasar-Jakarta atau sehari sebelum jatuh. Lion Air membuka peluang mengambil langkah hukum terkait pernyataan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menyatakan sebaliknya.

"Terkait pernyataan ini, kami akan klarifikasi ke KNKT apakah pernyataan ini keluar dari mereka dan kita akan meminta klarifikasi ini besok secara tertulisKami akan melakukan langkah-langkah termasuk mungkin langkah hukum. Tapi besok pagi kami akan melakukan klarifikasi secara formal," kata Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait dalam jumpa pers di kantor Lion Air, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).