BREAKINGNEWS.CO.ID-Pembatalan penyampaian visi-misi kandidat Capres-Cawapres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuai reaksi keras dari berbagai kalangan. Terlebih, pertanyaan untuk debat kandidat dibocorkan sekitar satu minggu sebelum debat dimulai.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebutkan bahwa KPU seolah-olah menyamakan Pilpres dengan perlombaan cerdas cermat. "Jadi, ini kayak cerdas cermat. Masa pemilihan presiden kaya cerdas cermat?," ujar Fahri kepada wartawan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Tak hanya itu, Fahri juga menilai keputusan lembaga penyelenggara pemilu itu untuk membocorkan soal-soal debat pilpres dinilainya juga telah menghilangkan peran panelis debat. "KPU ini kan memilih panelisnya diujung. Akhirnya, diragukan oleh sana sini, akhirnya dia takut. Maka dobocorin aja sekaligus. Nah, ini peran panelis hilang," tegasnya.

Lebih lanjut, Fahri menduga KPU tidak sigap untuk mempersiapkan Pemilu Presiden sejak dilantik beberapa tahun silam. Padahal, kata Fahri, Undang-Undang (UU) atau PKPU lahir sejak tahun 2017.

"Ngapain aja KPU 4 tahun 5 tahun ini. Kan harusnya begitu SK-nya keluar, langsung kerja, langsung siapin. UU-nya udah ada kok UU ini kan 2017, harusnya begitu ada UU langsung mulai kerja," paparnya. "Ah ini enggak dijerjakan dari awal, akhirnya comot-comot. Jadi kontroversi, akhirnya peran panelis dihilangkan, jadilah ini kayak cerdas cermat," imbuhnya.

Sebelumnya, KPU sendiri akhirnya membatalkan penyampaian visi misi kedua paslon pilpres. Batalnya KPU dalam memfasilitasi hal itu dipicu karena tidak adanya kesepakatan antara kedua kubu. Pasangan nomor urut 01 sendiri ingin jika visi misi tersebut disampaikan oleh tim kampanye. Sedangkan pasangan nomor urut 02 ingin visi misi disampaikan oleh pasangan capres dan cawapres.

Meski KPU batal memfasilitasi, penyampaian visi misi tersebut diserahkan kepada masing-masing tim kampanye untuk memfasilitasi sendiri. "Sosialisasi visi misi tadi malam juga sudah diputuskan, silakan dilaksanakan sendiri-sendiri tempat dan waktu yang mereka tentukan sendiri. Jadi tidak lagi difasilitasi KPU," ujar Ketua KPU Arief Budiman, Sabtu (5/1/2019).