BREAKINGNEWS.CO.ID -  Pelaku pasar di bursa saham menyambut positif susunan Kabinet Indonesia Maju pimpinan presiden Joko Widodo. Itu terlihat dari penguatan  Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)  yang ditutup pada   Rabu  (23/10/2019) sore.

IHSG ditutup menguat 32,31 poin atau 0,52 persen ke posisi 6.225,5. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,21 poin atau 0,94 persen menjadi 992,12.

"Euforia pasar terkait pelantikan presiden dan wakil presiden serta penetapan menteri yang berlangsung secara kondusif memberikan katalis positif bagi penguatan IHSG maupun rupiah," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta, seperti dikutip dari laman Antaranews.com

Menurut Nafan, hal tersebut menggambarkan bahwa adanya faktor stabilitas politik, keamanan maupun makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan, turut mendorong kepercayaan pelaku investor. Apalagi Indonesia merupakan negara "emerging market" dalam kategori "investment grade".

"Penguatan rupiah beserta IHSG pada hari esok masih berpeluang terjadi mengingat akan ada agenda RDG BI dalam rangka penetapan BI 7DRR rate," ujar Nafan.

Dibuka melemah, IHSG melemah sepanjang sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks menguat dan terus berada di zona hijau hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp231,73 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 550.879 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,75 miliar lembar saham senilai Rp9,66 triliun. Sebanyak 198 saham naik, 190 saham menurun, dan 166 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 76,5 poin (0,34 persen) ke 22.625,4, indeks Hang Seng melemah 219,5 poin atau 0,82 persen ke 26.566,7, dan indeks Straits Times melemah 16,39 poin atau 0,52 persen ke posisi 3.144,28.