BREAKINGNEWS.CO.ID - Seorang pengusaha sekaligus Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Tohir dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan lagi mencalonkan sebagai lembaga keolahragaan internasiona pada kongres medio September 2019 mendatang, dan dirinya akan menyerahkan kepada 54 anggota untuk mencari kandidat.

"Saya cukup 1 periode dan saya rasa banyak tokoh muda yang energik dan mampu untuk memimpin KOI kedepan," ujar Erick dalam acara Olympic Movement in Action di Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Menurut Erick, siapapun yang menjadi pimpinan KOI nantinya, tetap akan menghadapi tantangan berat, yaitu bagaimana Indonesia harus menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Persiapan menjadi tuan rumah olimpiade 2032 itu harus dimulai dari sekarang sehingga butuh pimpinan yang visioner dan pengalaman dunia internasional," ucapnya.

Pria kelahiran Jakarta 30 Mei 1970 ini mengakui selama 4 tahun memimpin KOI, sudah banyak yang dirinya lakukan termasuk bagaimana mensukseskan Asian Games ke-18 tahun 2018 Jakarta-Palembang, akan tetapi sukses multievent 4 tahunan tersebut bukan semata-mata karena KOI, tapi berkat semua pihak termasuk induk organisasi cabor, swasta dan pemerintah.

Ditambahkan Ketua KOI, selain menyusun strategi olimpiade juga pada tahun depan harus berusaha banyak atlet dan cabor harus lolos Olimpiade Tokyo 2020. Sukses Asian Games 2018 lalu harus menambah motivasi Olimpiade 2020.

"Selain target medali dicabang bulutangkis dan angkat besi cabang lain juga harus berpotensi meraih medali, seperti panahan yang pernah merebut medali melalui 4 Srikandi Indonesia, Nur Fitriana, Lilis Handayanin, Kusumawardani dan kini cabang tersebut puasa berkepanjangan, Saya melihat bakat dan prospek yang baik menonjol seperti atlet Atletik Zohri."tutup pemiliki klub basket Ibukota Satria Muda.