BREAKINGNEWS.CO.ID-Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Erick Thohir berharap proses pemungutan suara Pemilu berjalan dengan baik dan profesional. Disaat yang bersamaan dia juga menginginkan agar pesta demokrasi lima tahunan itu berlangsung transparan serta tanpa intimidasi-intimidasi di lapangan.

"Kami juga melihat bahwa jelas peraturannya bahwa hak pilih itu harus dihormati dan mereka diberi kesempatan mendaftar sampai pukul 13.00 dan harus diselesaikan sampai mereka menyelesaikan hak pilihnya," kata Erick Thohir di Jakarta, Selasa (16/4).

Menurut Erick, hak pilih merupakan demokrasi yang harus dikawal. Mantan direktur utama Inter Milan itu mengatakan, hak pilih merupakan hak dari seseorang anak bangsa yang dilindungi undang-undang.

Pernyataan Erick mengacu pada proses pemungutan suara di luar negeri dimana banyan dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang tidak mendapatkan kesempatan menggunakan hak pilih mereka. Bos Mahaka Media itu berharap, kejadian serupa tidak terulang dalam proses pencoblosan di dalam negeri.

Darl kesempatan itu, pengusaha muda Indonesia ini kembali mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dia mengimbau warga untuk tidak ragu dan khawatir untuk datang ke TPS.

Dia meminta masyarakat untuk percaya kepada TNI dan Polri dalam melindungi warga negaranya saat menyurkan suara mereka. Dia optimis tidak akan ada intimidasi-intimidasi yang akan dilakukan kepada para pemilih.

"Tapi kami mengingatkan hari ini, kalau pun ada intimidasi itu semua ada aturannya. Ada yang dua tahun karena itu adalah hak dari warga negara," tegas Erick.

Secara khusus, Erick menyoroti adanya praktek //money politics// yang sempat terjadi. Menurut dia, pemilu yang mibatkan politik uang merupakan sebuah kasus kejahatan terhadap demokrasi dan tidak boleh ditoleransi karena hal ini sangat mengganggu.

Disaat yang bersamaan, dia mengapresiasi hasil kerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah menjaga agar pemilu berjalan dengan baik. Dia juga memuji kerja keras TNI-Polri yang telah menjaga kondusifitas pemilihan mengingat Indonesia menjadi contoh demokrasi dari banyak negara di dunia.

Dalam kesempatan yang sama, TKN juga telah mempersiapkan saksi di TPS. Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy mengatakan, tim pemenangan pasangan calon (paslon) 01 telah mempersiapkan dua hal terkait proses pemungutan suara.

TKN, dia mengatakan, telah meluncurkan aplikasi saksi bernama Jamin Saksi yang bisa di unduh di google play. Polisiti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melanjutkan, aplikasi itu sengaja disiapkan sebagai salah satu infrastruktur yang kami siapkan untuk para saksi-saksi kubu 01 di seluruh Indonesia.

"Kedua kami juga merilis kepada saksi-saksi kami SMS Center di 90101 dalam rangka untuk memberikan jaminan suara 01 itu bisa terkawal dengan baik," katanya.

Lukman mengatakan, SMS center itu juga diadakan sekaligus mengawal agar hasil pemilihan presiden itu bisa segera didapatkan dan direkap. TKN, dia melanjutkan, juga telah menyiapkan infrastruktur exit poll agar hasil pemungutan suara bisa segera disampaikan kepada publik bersamaan dengan quick count yang akan disiarkan lembaga-lembaga survei.

"Mudah-mudahan tanggal 17 malam kami sudah bisa rilis hasil real count ini yang sedang dipersiapkan direktorat saksi," katanya.