BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo meminta Komisi IX DPR RI mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Ditjen Farmalkes) untuk menarik dan memusnahkan semua produk kosmetik ilegal dan berbahaya dari pasaran. 
 
Hal tersebut diutarakan Bambang menyikapi kebijakan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) yang menyita ratusan produk kosmetik tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya di  beberapa provinsi Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Riau, Lampung, dan Bali yang bernilai milyaran rupiah. 
 
Bambang juga meminta Komisi IX DPR mendorong BBPOM dalam memberikan izin edar, harus mengacu dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu Bambang meminta Komisi VI dan Komisi IX DPR bersama Badan Standar Nasional (BSN) dan BBPOM untuk membentuk regulasi berkaitan dengan penentuan standar bahan baku dan produk kosmetika yang beredar agar produk tersebut memberikan jaminan kualitas yang baik. 
 
Selanjutnya Bambang meminta Komisi III DPR mendorong Kepolisian RI untuk menindak tegas pelaku pengedar kosmetik ilegal dan berbahaya, baik yang menjual produk secara online maupun secara langsung.  
Mengingat hal tersebut kata Bambang melanggar Pasal 196 dan/atau Pasal 197 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yaitu memproduksi atau mengedarkan produk sediaan farmasi (jenis kosmetika) yang tidak memiliki izin edar dan/atau tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, kemanfaatan, dan mutu. 
 
Bambang juga mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk meningkatkan pengawasan terhadap transaksi jual beli produk kosmetik melalui e-Commerce sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), guna meminimalisir pembelian produk-produk ilegal. 
 
Sedangkan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Bambang meminta untuk menutup pelabuhan tikus yang tidak mendapatkan pengawasan Bea Cukai atau meningkatkan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan tersebut, untuk menghindari masuk dan beredarnya kosmetik ilegal dari luar negeri. 
 
Dengan demikian Bambang mengimbau masyarakat agar memperhatikan Kemasan, Label komposisi, Izin edar, dan Kadaluwarsa (KLIK) ketika akan membeli kosmetik dan meminta masyarakat untuk aktif memeriksakan izin dan kandungan produk kosmetik yang akan digunakan melalui situs maupun aplikasi BBPOM.