BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas peristiwa dan musibah yang terjadi terhadap empat nelayan asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang dinyatakan hilang setelah kapal KM Sinar Laut tenggelam diperairan Sadewa, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat (10/2) lalu. 
 
"Berharap pihak-pihak yang terkait dalam pencarian dan evakuasi korban dapat segera melakukan upaya maksimal dalam melakukan pencarian korban yang masih hilang," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta seperti dikutip, Kamis (14/2/2019). 
 
Bambang pun mendorong Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas, bersama Syahbandar untuk segera melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan tersebut dengan tetap memastikan keadaan cuaca dan gelombang laut. 
 
"Agar tim yang bertugas melakukan penyelamatan juga dapat terjamin keselamatan dan keamanannya, serta mengupdate informasi tentang hasil temuan tersebut," katanya. 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Syahbandar untuk memberikan imbauan kepada nelayan dan nakhoda kapal agar menunggu informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum melakukan kegiatan melaut, serta memastikan tidak ada nelayan yang melaut selama cuaca dan gelombang laut masih tinggi dan tidak aman. 
 
Selain itu Bambang mendorong BMKG dan BPBD untuk melengkapi dan memperbaiki peralatan Early Warning System (EWS) untuk mencegah jatuhnya korban jiwa apabila terjadi kembali bencana alam seperti cuaca ekstrem, mengingat peringatan dini merupakan aspek yang paling penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa ataupun materi. 
 
Bambang menambahkan, pihaknya mendorong BMKG untuk terus memberikan informasi mengenai kondisi cuaca dan alam Indonesia secara cepat dan akurat melalui media cetak, siber, dan siaran guna memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi, serta aktif mengupdate informasi tersebut kepada lembaga transportasi darat, laut/sungai/danau, dan udara.