BREAKINGNEWS.CO.ID –  Badan Kepegawan Nasional mencatat, menjelang penutupan  pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2018, jumlah pelamar tercatat sudah lebih dari 4 juta orang. Namun dari semua calon tersebut, belum semuanya menyelesaikan tahap yang diperlukan. Untuk itu lembaga ini menghimbau para peserta untuk tidak penyelesaian proses tersebut karena merugikan para peserta sendiri.

Padahal, pemerintah hanya mengalokasikan sebanyak 238.015 formasi untuk CPNS tahun ini, dengan total formasi yang terbagi pada instansi pusat dan daerah.  “Sampai hari Rabu (10/10/2018), jumlah pendaftar sudah lebih dari 4 juta orang, namun belum semua menyelesaikan seluruh proses yang diperlukan,”kata Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Untuk itu, pihaknya meminta kepada 1,2 juta pendaftar yang belum submit data mereka  di  sscn bkn go id, untuk segera menyelesaikan bagian tersebut. "Saya cuman mewanti-wanti buat yang 1,2 juta orang punya akun tapi belum submit, itu segera saja. Jangan nunggu terakhir-terakhir," ucap Ridwan.

Dijelaskannya lagi, jika para pendaftar yang belum menyelesaikan proses submit itu pada hari-hari terakhir tepatnya pada tanggal 14-15 Oktober, maka potensi terkendala kemungkinan besar bisa terjadi dan akan merugikan mereka. Sebab, bila di menjelang tanggal terakhir para peserta yang belum submit baru serentak melakukan penyelesaian proses, maka sistem SSCN akan mengalami kendala.

"Takutnya kalau tanggal 14-15 Oktober sistemnya sibuk karena banyak menangangi orang yang unggah-unggah dokumen dan sebagainya. Jadi, pastikan saja sekarang itu," ujarnya.

 

 

 

Data Tertukar

Pihaknya juga memperingatkan bahwa potensi terjadi   pertukaran data ketika mendaftar seleksi CPNS 2018 di situs SSCN. Pertukaran data dapat terjadi bila lebih dari satu orang mendaftar lewat browser yang sama.

Berdasarkan himbauan dari Instagram resmi BKN, peserta disarankan untuk memakai dua browser yang berbeda (misal: Google Chrome dan Mozilla) bila ingin memakai perangkat untuk mendaftarkan lebih dari satu orang. "Pada saat melakukan registrasi apabila ingin mendaftarkan dua NIK yang berbeda disarankan tidak menggunakan satu browser yang sama," tulis akun BKN, Rabu (3/10/2018).

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah data tertukar. Lebih lanjut, pengguna disarankan mendaftarkan satu NIK terlebih dahulu, kemudian bersihkan cache dan cookie, barulah mendaftarkan NIK lainnya. "Sebaiknya mendaftarkan 1 NIK terlebih dahulu, kemudian clear cache dan cookie kemudian mendaftarkan NIK lainnya," lanjut keterangan BKN.

Sebelumnya, BKN juga meminta agar pelamar CPNS tidak mengisi data lewat smartphone. Sebab, dikhawatirkan terjadi kesalahan data.