JAKARTA - Anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana menyebut presiden membuat rakyat miskin. Eggi juga turut menyeret DPR soal ucapannya yang menjadi polemik itu. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan tanggung jawab soal rakyat miskin itu sepenuhnya ada di tangan presiden.

"Iya jelaslah (tanggung jawab) di presiden. Jelas. Karena presidennya tidak mampu memimpin negara dan menyejahterakan rakyat," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018). Menurut Fadli, tidak ada sangkut-pautnya DPR dengan urusan kemiskinan rakyat. Sebab, Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial.

DPR, sebut Fadli, yaitu lembaga yang bertugas dalam fungsi legislasi serta pengawasan. Ia juga mempertanyakan soal 'hukum' yang disebut Eggi dibuat pemerintah bersama DPR. "Peraturan yang mana yang dibuat oleh DPR? Kalau UU, bersama pemerintah. Tapi kalau peraturan yang di kementerian kan tidak ada urusannya dengan DPR. Kita ini sistemnya adalah presidensial," jelasnya.

"Presidensial itu heavy-nya kepada eksekutif. Karena heavy-nya kepada eksekutif, jangan nyalah-nyalahin DPR. DPR itu fungsinya cuma legislasi, anggaran, dan pengawasan," imbuh Fadli. 

Sebelumnya, Eggi Sudjana menerangkan maksud ceramahnya tentang 'Presiden Buat Rakyat Miskin'. Eggi menyasar tidak hanya presiden, namun juga DPR. "Jadi yang pertama statement saya yang membuat 'presiden yang membuat rakyat miskin' itu bersama DPR. Kenapa? Karena menurut UUD '45 Pasal 5 ayat 1, presiden itu membuat hukum bersama DPR," ujar Eggi, Minggu (15/4/2018).