BREAKINGNEWS.CO.ID -  Pembalap tim Ineos Egan Bernal tampil sebagai juara  pada ajang balap sepeda Tour de France setelah mencatat  total waktu tercepat pada etape terakhir di Paris, Minggu (29/7/2019).

Keberhasilannya mempertahankan rompi kuning, tanda pimpinan lomba pada etape pamungkas tersebut menjadikannya sebagai orang Kolumbia pertama yang menjadi juara pada balapan legendaris tersebut. Tak hanya itu,  Bernal yang berusia  22 tahun juga mencatatkan diri sebagai pembalap termuda pada lomba yang sudah berusia 116 tahun tersebut.

 Saat memasuki garis  finis jelang sore di  Arc de Triomphe itu, Bernal praktis menuntaskan 21 etape berjarak 3.409 km mengelilingi Prancis dengan berselisih waktu 1 menit 10 detik dari juara edisi 2018 yang juga rekan satu timnya, Geraint Thomas.

Para pendukung asal Kolombia berjejalan di Champs Elysees untuk menyaksikan final delapan lap tradisional di mana pebalap Australia Caleb Ewan yang juga berusia 22 tahun memenangi etape ketiganya pada Tour de France 2019 setelah mengakhiri Etape 21 dengan sprint habis-habisan.

Etape 21 sendiri dimenangkan oleh pebalap Australia Caleb Ewan yang juga berusia 22 tahun.

 

Sang juara baru disambut sang adik Ronald, orang tua dan pacarnya, sebelum memeluk rekan-rekan satu timnya. "Saya berterima kasih kepada Prancis telah mengorganisir balapan terbaik di dunia ini, dan telah mengorganisasikan kemenangan terbesar saya," kata Bernal dalam Bahasa Prancis seperti dikutip dari laman Antaranews.com.

"Ini Tour de France, ini Tour de France, tak ada yang lebih penting selain Tour de France dan saya ingin membawa jersi ini ke Kolombia," katanya usai memastikan diri keluar sebagai juara

Tour tertinggi di dunia ini agaknya cocok dengan Bernal yang dibesarkan di daerah berketinggian 2.600 meter sehingga bisa menaklukkan tujuh wilayah pegunungan dan lima tanjakan untuk menyisihkan pesaing-pesaing terdekatnya di bawah kekurangan oksigen yang hanya bisa dilalui beberapa pebalap.

Jumat pekan lalu dia menyalip ke puncak klasemen keseluruhan yang selama 14 hari terus-terusan diduduki pebalap tuan rumah Prancis Julian Alaphilippe. "Ini sebuah kehormatan, ini tugas saya, tak terlupakan," kata Alaphilippe, setelah gagal menjadi orang Prancis pertama yang menjuarai Tour de France sejak Bernard Hinault pada 1985.