BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Sunkato Keramat Jati Jakarta Kombes Pol dr Haryanto mengumumkan bahwa Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi bukan hanya satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 melainkan dua korban pada hari ini, Sabtu (10/11/2018).

"Dari hasil sidang rekonsialiasi pada hari ke 13, Sabtu (10/11) teridentifikasi dua penumpang Lion Air JT610," kata Wakil Kepala Rumah Sakit RS Polri dr Sukanto Kombes Pol dr Haryanto di Jakarta, Sabtu.

Adapun korban yang teridentifikasi yakni bernama Rifandi Pranata, laki-laki berusia 28 tahun yang teridentifikasi melalui DNA. Kedua adalah penumpang atas nama Joyo Nuroso, laki-laki berusia 50 tahun yang teridentifikasi melalui DNA.

Tim DVI akan langsung menyerahkan kedua jenazah tersebut kepada pihak keluarga hari ini di Rumah Sakit Polri dr Sukanto Keramat Jati, Jakarta. "Langsung diserahkan, sedang menunggu satu keluarga yang belum sampai," lanjut Haryanto.

Sebelumnya Komendan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kombes Pol Lisda Cancer melaporkan, hingga hari ini, data Antemortem (AM) yang melapor sebanyak 256 yang terdiri dari AM di Rumah Sakit Polri Sukanto sebanyak 213 dan AM di Polda Babel sebanyak 43. Kemudian, jumlah data AM yang sudah terverifikasi adalah sebanyak 189.

"Untuk data Postmortem (PM), sampai kemarin kami sudah menerima 195 kantong jenazah dan data PM DNA sampai kemarin sudah ada 655 sampel," ujar Lisda.

Dengan demikian, hingga saat ini penumpang Lion Air JT610 yang telah teridentifikasi yakni 79 orang, di mana 59 adalah laki-laki dan 20 orang perempuan dari 198 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang diserahkan dari Badan SAR Nasional ke pihak RS Polri Sukanto Keramat Jati.

Sebelumnya Badan SAR Nasonal telah menegaskan jika mereka akan menghentikan proses pencarian di perairan Tanjung Karawang Jawa Barat. Meski demikian pihak DVI Polri menegaskan kalau pihak mereka akan terus melakukan identifikasi terhadap korban yang sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan dengan waktu yang tak terbatas.