BREAKINGNEWS.CO.ID – Juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, berjanji akan memberikan informasi ke public apabila Presiden Rodrigo Duterte mengidap penyakit serius.

"Presiden tidak ingin menyembunyikan apapun tentang kesehatannya. Saya meyakinkan publik, presiden tidak akan menyembunyikan apapun. Apabila hal ini serius, dia akan memberi tahu publik," ujar Roque, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (5/10/2018). Roque memastikan presiden tidak akan lagi menutupi pemeriksaan medis yang dijalani, termasuk endoskopi dan kolonoskopi.

Pernyataan ini disampaikan setelah Duterte mengakui kalau beberapa waktu terakhir ini ia menjalani sejumlah pemeriksaan medis di rumah sakit, termasuk kolonoskopi, untuk menjawab pertanyaan publik atas ketidakhadirannya dalam beberapa kesempatan penting. Duterte menuturkan kalau ia menjalani tes endoskopi serta kolonoskopi di Pusat Medis Cardinal Santos (CSMC), San Juan City, beberapa hari lalu, tepatnya tiga minggu setelah ia menjalani pemeriksaan serupa.

"Tiga pekan lalu saya menjalani endoskopi serta kolonoskopi. Seharusnya saya ikut rapat kabinet, tetapi setelah melihat hasil tes saya, seseorang menyarankan agar dokter mengulangi tes itu dan mengambil sampel," ujar Duterte, Kamis (4/10). Ia mengaku menghabiskan waktu sekitar satu jam di CSMC. Akan tetapi, Duterte belum juga bisa memastikan kondisi kesehatannya.

"Saya tidak tahu kondisi sebenarnya tubuh saya saat ini, tetapi saya harus menunggu. Namun, saya akan memberi tahu. Apabila kanker, saya katakan kanker. Apabila sudah stadium tiga, tidak perlu lagi perawatan," katanya, sebagaimana dikutip Reuters. "Saya tidak akan memperpanjang keraguan dalam pemerintahan ini dan yang lainnya." Undang-undang Filipina menetapkan apabila seorang presiden meninggal atau catat permanen kala menjabat, maka wakil presiden akan mengambil alih sisa masa jabatannya.

Dikenal sebagai sosok dengan jadwal padat dan pidato yang panjang, kondisi kesehatan Presiden Filipina berusia 73 tahun ini mulai menjadi perhatian publik setelah kerap absen dalam sejumlah kesempatan penting. Rumor bahwa kondisi kesehatannya memburuk pun mulai merebak. Setelah lawatannya ke Israel dan Yordania pada bulan lalu, misalnya, kulitnya tampak pucat.

Namun, Duterte berkilah bahwa kulitnya terbakar karena terlalu lama terpapar sinar matahari di gurun. Rumor mengenai kesehatannya ini sebenarnya sudah mulai merebak sejak tahun lalu, ketika para anggota parlemen khawatir karena Duterte pernah mengaku harus mengonsumsi obat penahan rasa sakit yang biasa digunakan pengidap kanker, fentanyl. Menampik mengidap kanker, Duterte menjelaskan bahwa obat itu digunakan untuk mengurangi rasa sakit di tulang belakangnya akibat kecelakaan berkendara di masa silam.