BREAKINGNEWS.CO.ID -  Aroma pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Solok, Sumatra Barat, mulai merebak ke seluruh penjuru negeri bumi penghasil markisa itu. Sejumlah nama mulai digadang-gadang akan bertarung di kancah pemilihan Bupati Solok 2020.

Dari sekian banyak nama yang muncul, nama Maigus Tinus Jambak Manti Batuah mulai jadi perbincangan di Solok. Baliho serta poster tentang dirinya mulai menghias tiap sudut Kabupaten Solok.

Bahkan, dukungan dari partai politik untuk Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok itu pun mulai mengalir dengan deras.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Solok Agus Syahdeman dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Solok Jhon Firman Pandu menyatakan siap mendukung Maigus.

“Kabupaten Solok butuh pemimpin muda. Anak muda dengan visi dan pemikiran yang akurat untuk membangun Kabupaten Solok,” kata Jhon, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok, Minggu (15/9/2019).

Dukungan juga datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Kabupaten Solok, Ahmad Rius. Menurut Ahmad, sudah saatnya Kabupaten Solok dipimpin oleh anak muda pekerja keras dan sukses di rantau.

Katanya, Kabupaten Solok membutuhkan terobosan agar tidak hanya mengandalkan APBD untuk pembangunan.

“Kabupaten Solok teramat luas, memiliki banyak sumber daya alam unggulan, terutama pertanian dan pariwisata. Maka kita butuh pemimpin yang pekerja keras, dekat dengan masyarakat, dan mampu melakukan terobosan baru, guna peningkatan perekonomian masyarakat dan kemajuan daerah,” kata Ahmad.

Kata wakil rakyat Solok selama empat periode itu, Maigus sudah matang, apalagi dia memiliki perusahaan yang cabangnya tersebar di Indonesia.

“Sebagai ketua partai dan secara pribadi, saya siap mendukung penuh Maigus dalam bertarung nantinya,” tutur Ahmad.

Sementara Maigus menyatakan siap berkompetisi di Pilkada Solok 2020. Kata putra Nagari Talang, Kabupaten Solok, itu, dia ingin membagikan pengalamannya sebagai pengusaha di Jakarta kepada warga Kabupaten Solok.

“Melihat banyaknya dukungan dari berbagai kalangan, saya siap untuk mengabdi di kampung halaman,” kata Maigus.

Kata Maigus, program dia untuk Kabupaten Solok adalah meningkatkan produksi dan kualitas pertanian di Solok, terutama beras Solok yang sudah terkenal kualitasnya. Dia ingin mengurangi ketergantungan petani terhadap produk pestisida, serta menjaga harga produk pertanian tidak jatuh ketika sedang panen raya.

“Contohnya untuk produksi tomat, saya akan dorong petani agar tidak menjual tomat begitu saja, tapi harus diberi nilai tambah, diolah dulu, agar harganya tidak jatuh ketika sedang panen raya,” kata Maigus.

“Saya juga ingin mengurangi ketergantunan petani kepada pestisida. Kita harus memulai pertanian organik. Selain harga produknya lebih mahal dari produk pertanian konvensional, pertanian organik juga ramah lingkungan, tidak meracuni petaninya,” tambah Maigus.