BREAKINGNEWS.CO.ID - Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai jika dukungan artis kepada pasangan capres-cawapres merupakan fenomena politik yang wajar. Menurutnya, hal itu bagian dari strategi endorsement tokoh yang menjadi public figure.

Tujuannya, kata Karyono, adalah untuk menjadikan public figure tersebut menjadi vote getter atau pengepul suara bagi pasangan capres. Pun demikian, dukungan Lucinta Luna, Ahmad Dhani dan sejumlah artis lainnya yang mendukung pasangan capres nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Di lain pihak, ada aktor sekaligus sutradara senior Deddy Mizwar, artis film dan penyanyi Nafa Urbach, Krisna Mukti dan sejumlah artis lainnya yang mendukung pasangan capres nomor urut satu, Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Nama-nama artis tersebut bisa menjadi vote getter bagi masing-masing pasangan capres," kata Karyono kepada breakingnews.co.id melalui pesan singkatnya, Kamis (1/11/2018).

Selain itu, Karyono mengatakan tentu saja pengaruh elektoral masing-masing artis dalam mendongkrak suara bisa berbeda. Besar kecilnya pengaruh artis dalam mendongkrak suara tergantung beberapa faktor.

"Pengaruh elektoral seorang public figure akan ditentukan minimal dalam lima faktor. Pertama, seberapa besar jumlah pemilih di suatu wilayah yang pilihannya bisa dipengaruhi oleh tokoh. Faktor kedua adalah kekuatan citra masing-masing artis atau public figure. Seberapa kuat ketokohan artis tersebut di tengah masyarakat," ujarnya.

"Faktor ketiga adalah image atau citra artis tersebut apakah lebih besar positifnya atau justru lebih besar negatifnya di mata publik. Faktor keempat adalah kompetensi dan rekam jejak masing-masing artis. Faktor kelima adalah intensitas dan aktifitas masing-masing artis terjun langsung di tengah masyarakat dalam rangka menggalang dukungan pemilih," sambung Karyono.

Untuk itu, dirinya juga mengatakan jika dilihat dari perspektif citra atau image secara umum yang dihasilkan dari respon publik nyaris semua artis tidak luput dari perbincangan. Dari perbincangan tersebut bisa diukur frekuensi perbincangan dan sentimen positif dan negatifnya.

"Untuk mendapatkan validitas data tentang hal ini tentu harus ada data survei kuantitatif atau model survei tracking netizen di sejumlah media sosial tentang persepsi publik terhadap sejumlah artis tersebut," terangnya.

Namun demikian, dari penelusuran di media dan media sosial secara sederhana artis Lucinta Luna menjadi cemohan publik dan netizen terkait adanya dugaan transgender alias merubah jenis kelamin. Lucinta diduga netizen berjenis kelamin laki-laki tapi berpenampilan layaknya perempuan.

Sementara itu, Ahmad Dhani terlalu sering mengumbar pernyataan kontroversial yang mengundang respon negatif. Kasus perceraiannya dengan Maia Estianty dan kasus tabrakan maut salah satu putranya yang mengemudikan mobil tanpa SIM ditambah lagi statusnya sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik tentu menambah rekam jejak yang negatif.

"Dari rekam jejak Lucinta dan Ahmad Dhani ini bisa dibuat asumsi bahwa kedua figur tersebut memiliki image negatif di mata publik Meskipun tidak bisa dipungkiri kedua artis tersebut memiliki penggemar setia," ucapnya.

"Namun, image negatif kedua artis tersebut justru bisa berdampak negatif pula bagi pasangan Prabowo-Sandiaga. Karenanya, jika pasangan tersebut ingin menggunakan artis sebagai vote getter maka harus menghimpun artis yang memiliki kompetensi, image dan rekam jejak yang positif di mata publik," pungkas Karyono.