BREAKINGNEWS.CO.ID -  Kepulauan Seribu sejak beberapa tahun terakhir telah menjadi destinasi favorit warga Jakarta dan sekitar. Maka  untuk mendukung ke lokasi wisata tersebut perlu didukung moda transportasi yang maksimal.

Atas dasar itulah  PT Trans 1000 Jakarta menggandeng PIGIJO untuk melakukan revitalisasi dan pengelolaan sarana transportasi dalam pengembangan dan pengelolaan wisata wilayah tersebut.

Nana Suryana, Direktur Utama Trans 1000 mengatakan, alasan pihaknya bekerjasama dengan PEGIJO, karena selama ini dikenal sebagai penyelenggara usaha wisata yang concern dan berfokus pada pengembangan dan pengelolaan usaha pariwisata. “Kami berkomitmen untuk melakukan revitalisasi dan pengelolaan sarana transportasi angkutan laut di Kepulauan Seribu, agar dapat melayani wisatawan maupun masyarakat dengan menyediakan dan mengelola angkutan laut yang aman, nyaman, ter-integrasi dan profesional.

“Trans 1000 Jakarta akan melayani penumpang dengan kapal yang berbeda, lebih modern dari kapal sebelumnya,” kata Direktur Utama Trans 1000, Nana Suryana di Jakarta pekan lalu.

Nana menjelaskan, rencananya akan ada 3-6 unit kapal Trans 1000‎ berkapasitas 130 -150 penumpang yang siap mengantar wisatawan mengunjungi enam pulau di Kepulauan Seribu, yakni Pulau Untung Jawa, Pramuka, Pari, Tidung, Harapan, Kelapa dan Pulau Sembilan.

Dengan beroperasinya kapal tersebut dari dermaga Kali Adem, dia menjamin‎ tidak ada penumpukan wisatawan yang biasa terjadi saat menuju ke tempat wisata. “Kapalnya nyaman dan aman, tidak akan ada penumpukan wisatawan, karena dicek melalui tiket,” ucap Nana.

Dia menambahkan kapal tersebut akan beroperasi pada pertengahan Juli 2019 mendatang, dan akan dapat melayani secara komersil pada Agustus 20019, dengan tarif Rp76.000 untuk wisatawan umum, Rp25.000 khusus warga Kepulauan Seribu dan gratis bagi ASN, TNI, Polri yang bertugas di Kepulauan Seribu. “Kami menyediakan sistem tiket elektronik (E-Ticket) agar dapat melayani pemesan dan pembelian tiket secara online, agar dapat memberikan kemudahan bagi calon wisatawan maupun calon penumpang dan kepastian tempat duduk sesuai keinginan dan rencana perjalanan calon penumpang,” terang Nana.