BREAKINGNEWS.CO.ID - Gerakan Kebangsaan Relawan Prabowo-Sandi (GK RPS) menyatakan jika mereka sepakat untuk bersama-sama mengawal tempat pemungutan suara (TPS) pada penghitungan suara Pemilu 2019.

Ketua Umum GK RPS, Andy Saputra mengatakan jika keberadaan para deklarator dan Gerakan Kebangsaan Relawan Prabowo Sandi dalam Pilples 2019 menjelang hari H pemingutan suara atau tepatnya pada tanggal 17 April 2019 telah mampu memetakan wilayah-wilayah yang akan dijadikan matrik pemantauan dan pelaporan hasil Pilpres di TPS seluruh Indonesia.

"Hal itu kami lakukan melalui basis pergerakan pagar betis. Keterlibatan masyarakat terus dilakukan dengan sosialisasi secara terus menerus agar masyarakat memahami hak memilih dengan memberi one vote untuk Prabowo-Sandi Menuju Indonesia Menang," kata Andy, Rabu (27/3/2019).

Keterlibatan masyarakat itu sendiri, lanjut Andy, nantinya akan didampingi oleh para relawan secara bersamaan yang tidak lain untuk mengawal proses demokrasi yang sejujurnya, demi tegaknya nilai demokrasi yang hakiki untuk kepentingan rakyat.

"Isu kecurangan Pilpres telah merebak di wilayah-wilayah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok penguasa yang tidak bertanggung jawab yang akan merusak tantanan demokrasi itu sendiri. Oleh sebab itu mobilisasi masyarakat akan memperkuat perlawanan terhadap kezoliman bila itu terjadi. Tentunya suara rakyat yang telah diceploskan dalam bilik suara menjadi hak sepenunhya yang harus dikawal oleh mereka sendiri agar tujuan pencapaian demokrasi yang berdaulat, adil dan makmur menjadi nyata sesuai harapan mereka menuju perubahan," ujar Andy.

Menurutnya, hal tersebut tidak ada yang salah dan tidak ada yang dilanggar oleh rakyat bila mereka memobilisasi sanak keluarganya untuk mengawal hasil di TPS sampai tingkat kecamatan. Andy menegaskan jika hal itu merupakan pesta rakyat, demi rakyat dan untuk rakyat.

"Wajar dong mereka melakukan hal tersebut," kata Andy. "Harapan saya agar pengawasan dan pelaporan hasil-hasil di TPS oleh masyarakat didampingi para relawan mutlak dilakukan sepanjang tidak melanggar konstitusi. Mari bergerak melakukan pagar betis untuk pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Lawan kezoliman bila itu terjadi, kecerdasan akan menentukan nasib rakyat dan bangsa ini," pungkasnya.