BREAKINGNEWS.CO.ID - Partai Demokrat gencar menyuarakan duet Wapres Jusuf Kalla (JK) dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2019. Namun, jika bergabung, diprediksikan duet JK-AHY tersebut juga akan bernasib sama seperti saat JK maju bersama Wiranto (WIN) di Pilpres 2009. "Kalau kita bercermin dari pengalaman 2009 agak berat ya. Pak JK kalau disurvei presiden, angkanya relatif. Nah AHY ini sebagai calon wakil presiden memang di survei itu 3 besar, tapi belum jadi calon wakil yang bisa mendongkrak suara," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, Senin (2/7/2018).

Qodari mengatakan memang ada fenomena wakil bisa mendongkrak elektalibitas capres atau pihak utama dalam pencalonan. Untuk duet ini, dirinya menilai JK-AHY bakal kalah seperti saat JK maju sebagai capres dengan cawapres Wiranto. "Fenomena itu belum kelihatan kalau dari AHY. Untuk sementara, kalau itu maju, akan seperti JK-Wiranto di 2009," kata Qodari.

Dalam survei sejauh ini, elektabilitas JK sebagai cawapres terbilang cukup tinggi. Hanya, saat disurvei sebagai capres, eks Ketum Golkar tersebut belum mempunyai elektabilitas yang relatif besar. "Survei Pak JK sebagai capres bulan April ada beberapa simulasi surveinya kecil. Pak JK memang kuatnya sebagai wakil dan ini pola yang sudah berlangsung sejak 2003-2004. Untuk 2009 pun untuk wakil situasinya seperti itu, tapi untuk capres kecil," sebutnya.

"Jadi waktu Pak JK maju 2009, waktu itu kita memperkirakan Pak JK akan kalah," imbuhnya.

Meskipun demikian, Demokrat menilai duet JK-AHY cukup proporsional. Mulai dari pasangan tua-muda sampai sipil serta eks militer. Hanya, ternyata gabungan itu saja dianggap tidak cukup. "Kalau kita bicara pemilihan langsung, sudah saatnya apa belum kita bicara dan kuantitatif. Kalau bicara kualitatif, tua-muda itu tidak relevannya. Banyak orang muda yang terpilih, tapi kalau kualitatif dia belum pantas untuk memadai sebagai capres atau cawapres," ungkap Qodari.

Sebelumnya, kader Demokrat disebut hampir setuju ingin JK berpasangan dengan Ketua Kogasma partainya, AHY. Bahkan juga sejumlah kader pimpinan Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengunggah poster pasangan JK-AHY. "Memang di dalam sekarang lagi mengeras JK-AHY. Bahkan beberapa hari lalu, diadakan polling di internal pengurus DPP. Mengeras suara, hampir 90 persenan sekianlah hasilnya, agar Demokrat membentuk poros ketiga saja dan mengusung Pak JK sebagai capresnya," tutur Ketua DPP PD Jansen Sitindaon, Minggu (1/7/2018).