BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, dikabarkan akan melakukan kunjungan ke ibu kota Korea Selatan (Korsel), Seoul untuk pertama kalinya pada akhir tahun 2018 ini.

Rencana lawatan Kim tersebut muncul setelah Presiden Korsel, Moon Jae-in, menyampaikan undangan saat keduanya bertemu di Pyongyang dalam Konferensi Tingkat Tinggi inter-Korea yang dimulai pada Selasa (18/9/2018) dan berakhir pada Kamis (20/9). "Pemimpin Tinggi Kim Jong-un menerima undangan Presiden Moon untuk berkunjung ke Seoul dalam waktu dekat," ucap Duta Besar Korsel untuk Indonesia, Kim Chang-beom di Jakarta, Jumat (21/9).

"Hingga saat ini memang belumlah ada jadwal pasti, tetapi menurut interpretasi Presiden Moon, (lawatan Kim Jong-un) akan berlangsung pada akhir tahun 2018 ini." Perjalanan Kim ke Seoul akan menjadi kunjungan Pemimpin Korut pertama mulai sejak kedua Korea terpisah akibat perang yang berlangsung pada 1950-1953 silam. Relasi kedua pemimpin Korea semakin dekat setelah Moon serta Kim bertemu pertama kalinya pada April 2018 lalu.

Pertemuan Moon serta Kim kala itu juga menjadi pembuka jalan bagi perbaikan relasi antara Amerika Serikat serta Korut hingga pada akhirnya dapat menyelenggarakan pertemuan puncak pada 12 Juni 2018 lalu di Pulau Sentosa, Singapura. Tidak hanya memperkuat hubungan kedua Korea, Kim Chang-beom menganggap KTT inter-Korea yang ke-tiga ini bisa menjadi landasan kemajuan proses perlucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea yang sudah disepakati antara Korut serta AS.

Walaupun Presiden Donald Trump serta Kim Jong-un sepakat memulai proses denuklirisasi di Semenanjung Korea, kedua pemimpin negara memiliki ketidaksamaan pendapat perihal cara dan waktu perlucutan senjata pemusnah massal milik Korut tersebut . Sejumlah pihak juga menganggap tidak ada kemajuan berarti soal denuklirisasi yang dihasilkan dari KTT AS-Korut Juni lalu.

"Jadi masih ada waktu sekitar beberapa bulan lagi (sebelum pergantian tahun) di mana kita akan lihat banyak peristiwa dramatis yang terjadi di Semenanjung Korea," kata Kim Chang-beom. Kim Chang-beom juga tidak menutup kemungkinan kalau pertemuan puncak inter-Korea kemarin bisa kembali menjadi pembuka jalan digelarnya pertemuan kedua antara Kim Jong-un serta Trump.