BREAKINGNEWS.CO.ID-Dua warga Lumajang, Jawa Timur, yang terlibat adu carok yakni Mahfud dan Solikin pada Jumat (4/1/2018) lalu dijenguk Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM di RSUD DR Haryoto, Lumajang. 
 
Solikin mengalami luka pada bagian Kepala belakang sepanjang 10 cm dan sedalam 2 cm mengenai hingga tempurung kepalanya. Sedangkan Mahfud, mengalami luka pada bagian leher sisi belakang sepanjang 15 cm dan dengan kedalaman 3 cm. luka tersebut hampir mengenai pembuluh arteri yang ada di leher.
 
Saat dijenguk Kapolres Lumajang, korban tengah dirawat. Selain itu, Kapolres juga bertemu dengan seorang bocah kecil berumur10 tahun yang teryata anak Solikin. Bocah ini menunggui ayahnya di rumah sakit tersebut. 
 
Menurut Kapolres Arsal, perkelahian Solikin dan Mahfud terjadi saat keduanya sedang dipengaruhi alkohol pada Jumat (4/1/2018) lalu. "Keduanya terlibat perkelahian carok di Dusun Kalipancing, Desa Lempeni, Kec Tempeh," kata Arsal kepada breakingnews.co.id, Senin (7/1/2019).
 
Perisiwanya terjadi dilatarbelakangi rasa cemburu tersangka Solikin terhadap Mahfud. Solikin yang telah menikah secara siri janda berusia 42 Tathun bernama Suhartatik, sering memergoki Mahfud sedang menggoda istri sirinya tersebut. Hal ini sontak Solikin geram. Solikin emosi karena Mahfud berkelit kedatangannya hanya ingin mengembalikan motor yang dipinjamnya dari Suhartatik. 
 
Setelah adu mulut, keduanya adu carok di depan rumah Suhartatik. Zainul Arifin, perangkat Desa Lempeni yang mengetahui kejadian tersebut lantas melapor ke Polsek Tempeh. Petugas yang datang ke lokasi kejadian langsung mengeluarkan tembakan peringatan agar keduanya menghentikan perkelahian tersebut. Mereka berduapun seketika langsung keduanya langsung roboh karena luka yang mereka derita cukup serius.
 
Arsal menuturkan tetap memproses kedua pelaku tersebut. "Proses hukum akan terus berjalan. Mereka berdua telah melanggar pasal 184 KUHP ayat 3 dengan ancaman 4 tahun Penjara. Mereka juga melakukan carok karena pengaruh minuman keras, sehingga mereka berdua tak bisa berfikir dengan jernih. Itulah salah satu faktor mengapa saya sangat gencar memberantas peredaran miras di wilayah Lumajang," tegas Arsal.