JAKARTA-One Pride Mixed Martial Arts memasuki tahun kedua pergelarannya di 2018 ini. Dan, otoritas One Pride berniat untuk menggelar pertarungan di luar Jakarta.

Ketua Umum Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) Anindra Ardiansyah Bakrie, yang mementaskan One Pride MMA, menyatakan memang perlu digelar duel One Pride di luar Jakarta. Tujuannya tak lain adalah untuk mendekatkan fans kepada One Pride.

"Tren yang ada di Ultimate Fighting Championship sekarang adalah keliling ke berbagai tempat untuk menggelar turnamen. Ini perlu dilakukan juga di One Pride agar bisa lebih dekat dengan fans dan penikmat MMA," kata Ardi, seusai jumpa pers One Pride ‘PRO Never Quit’ di Jakarta, Kamis (8/2/2018) sore.

Rencana menggelar duel One Pride di luar Jakarta kemungkinan bisa terlaksana pada pertengahan 2018. Dua kota dibidik oleh One Pride serta KOBI untuk menjadi tuan rumah.

Namun, rencana tersebut masih digodok agar lebih matang dan berlangsung lancar. Ardi menilai sebenarnya menggelar laga di luar Jakarta sangat memungkinkan.

Terlebih, ada 10 Fight Night yang bakal digelar pada 2018 ini. "Ada keinginan juga dari sponsor membawa One Pride ke luar kota. Mudah-mudahan bisa. Andai rencana ini gagal, kami akan menggelar audisi di luar Jakarta demi menjaring talenta baru demi mengisi kelas atom, yang baru dipertandingkan," terang Ardi.

R.Isnanta memberikan sambutan mewakili Menpora Imam Nahrawi.

Deputi IV Kemenpora, Raden Isnanta, dan ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Noor Aman mengapresiai kemajuan dari apa yang dilakukan KOBI dengan One Pride MMA-nya ini. Pihak Kemenpora, seperti dikemukakakan Raden Isnanta, akan selalu membantu KOBI dalam upayanya membawa One Pride MMA ke daerah dan bahkan ke luar negeri. 

Kendati demikian, kata Raden Isnanta, bantuan yang diberikan oleh Kemenpora sebatas bersifat administratif, misalnya memperlancar hubungan dengan instansi di mancanegara.