BREAKINGNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan kedua saksi yang dijadwalkan pemeriksaan oleh penyidik terkait kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR mangkir dari panggilan. Kedua saksi yang dipanggil untuk melengkapi berkas tersangka Budi Suharto (BS) tersebut yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kementerian PUPR Dita Aprijanti dan Manejer PT Tshida Sejatera Perkasa, Soleh.

“Dua saksi untuk tersangka BS dipastikan tidak memenuhi panggilan penyidik terkait kasus SPAM di PUPR,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (21/1/2019).

Selain itu Febri juga mengungkapkan bahwa pihaknya sampai saat ini belum mendapat informasi jelas terkait ketidak hadiran kedua saksi ini. “Sejauh ini belum diketahui alasan atau informasi terkait ketidak hadiran dari kedua saksi ini,” Jelas Febri.

Sejatihnya KPK pada hari menjadwalkan pemeriksaan bukan hanya terhadap kedua saksi saja, melainkan ada enam saksi yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk tersangka Budi Suaharto ini. Mereka adalah mantan Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Danny Sutjiono, Direktur Operasional PDAM Donggala Rizal, Direktur PSPAM Agus Ahyar, mantan Kasatker SPAM Tempang Bandaso, PNS pada Kementerian PUPR Dita Aprijanti, dan staf Manajer PT Tashida Sejahtera Perkasa Soleh.

Dalam kasus ini, KPK total telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus tersebut. Diduga sebagai pemberi antara lain Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Sedangkan diduga sebagai penerima antara lain Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA).

Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.

Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Untuk proyek tersebut, mereka menerima masing-masing sebagai berikut. Anggiat Partunggal Nahot Simaremare menerima Rp350 juta dan 5.000 dolar AS untuk pembangunan SPAM Lampung. Selanjutnya, Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur.

Meina Woro Kustinah Rp1,42 miliar dan 22.100 dolar Singapura untuk pembangunan SPAM Katulampa. Teuku Moch Nazar Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, dan Donny Sofyan Arifin Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba.