BREAKINGNEWS.CO.ID - Sebuah insiden penembakan terjadi di salah satu kota yang sunyi di wilayah Kanada bagian timur pada Jumat (10/8/2018) waktu setempat, menewaskan sedikitnya dua orang polisi bersama dengan dua orang warga lainnya.

Kepanikan pun terjadi saat warga Brookside, Fredericton, New Brunswick, Kanada terbangun dengan suara rentetan tembakan. Kepada Canadian Broadcasting Corporation (CBC) para saksi menyampaikan mereka melihat laras senapan menyembul dari jendela sebuah gedung apartemen dan menembaki halaman. Di dekatnya ada dua mayat tergeletak.

Polisi bersenjata lengkap, paramedis dan petugas pemadam kebakaran dengan cepat menuju lokasi kejadian. Kawasan tersebut langsung dikepung dan ditutup. Beberapa warga di fasilitas penitipan anak, kedai-kedai kopi dan bisnis lainya di pagi hari pun tak berkutik.

Beberapa warga lainnya, tampak dikawal keluar dari rumah-rumah mereka. Ada yang masih mengenakan piyama dan bertelanjang kaki, dibawa keluar dari wilayah kepungan polisi.

Kepala Kepolisian Fredericton, Martin Gaudet menyatakan dua polisi yang tewas saat merespons panggilan darurat soal adanya penembakan. Mereka diidentifikasi sebagai Lawrence Robert Costello, 45 tahun, dan Sara Mae Helen Burns, 43 tahun.

"Setibanya di apartemen, mereka melihat ada dua warga sipil di tanah. Saat itulah kedua polisi ditembak," kata Gaudet.

Otoritas Ibu Kota Provinsi sekitar 75 kilometer dari perbatasan Kanada dan negara bagian Maine, Amerika Serikat tersebut pada awalnya meminta warga untuk tetap berada di rumah.

Lewat akun Twitter-nya mereka menggambarkan adanya situasi aktif, sebelum memastikan kematian dan penangkapan. Tersangka dirawat karena menderita luka serius terkait insiden penembakan itu, kata polisi.

Gaudet mengatakan polisi masuk ke apartemen penembak di pemukiman di sebelah utara pusat kota dan menangkap seorang pria berusia 48 tahun. Belum ada informasi lain tentang tersangka atau kejadian diungkapkan dari penembakan yang menewaskan dua polisi Kanada tersebut.

Insiden penembakan itu adalah yang kedua di provinsi tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa terjadi beberapa minggu setelah seorang pria menembaki sebuah distrik di Toronto, Kanada yang ramai menewaskan seorang gadis 18 tahun dan anak perempuan 10 tahun serta melukai 13 lainnya pda 22 Juli lalu.

Kejadian-kejadian penembakan itu memicu debat publik tentang meningkatnya kekerasan senjata dan geng di kota-kota di Kanada. Publik juga menyerukan pembatasan kepemilikan senjata.