BREAKINGNEWS.CO.ID - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melumpuhkan dua perampok bersenjata tajam spesialis ruko yang kerap beraksi berpindah-pindah tempat, Senin (1/7/2019). Satu dari kawanan pelaku menghembuskan nafas akibat kehabisan darah.

Kedua perampok bersenjara golok dan pisau yang dibekuk itu adalah Heri Putra (25) dan Daniel (32). Heri dibekuk petugas dari rumah kontrakannya di Pengumben, Srengseng, Jakarta Barat, Senin (1/7/2019). Heri diketahui warga Bekasi, Jawa Barat.

Sementara Daniel yang merupakan warga Kota Depok, dibekuk petugas di tempatnya nongkrong di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Senin (1/7/2019). Penyergapan yang dipimpin Kanit IV Resmob, AKP Rovan Richard membuahkan hasil. Namun petugas terpaksa menembak Daniel di kakinya dengan timah panas karena mencoba melawan petugas. 

"Dalam perjalanan ke rumah sakit, tersangka D tewas karena kehabisan darah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono didampingi Wadirkrimum AKBP Ade Ary di acara rilis pengungkapn kasus perampokan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/7/2019).

Polisi yang menyergap tersangka lainnya, Heri Putra, juga melakukan tindakan terukur dengan menembak kaki pelaku. "Karena ia melawan saat dilakukan pengembangan," kata Argo.

Berbeda dengan Daniel yang tewas karena kehabisan darah, untuk tersangka Heri Putra hanya mengalami luka tembak dikakinya saja tapi pelaku selamat.

Hasil pemeriksaan terhadap Heri Putra diketahui keduanya sudah lebih dari 5 kali beraksi merampok dengan membawa senjata tajam berupa golok dan pisau di wilayah Bekasi, Depok dan Tangerang.

"Sasaran mereka adalah selalu toko dan ruko kelontong atau toko yang menjual pakaian. Mereka memilih toko atau ruko yang tanpa sekuriti dan berada di tempat sepi, serta selalu beraksi malam hari saat toko atau ruko hendak tutup," papar Argo.

Terungkapnya aksi kedua pelaku berawal dari adanya laporan pengelola dan pemilik toko pakaian Alva Store di Kota Tangerang yakni Budhi Ramadhani. Dimana para pelaku telah merampok toko pakaian tersebut pada Jumat (28/6/2019).

Pelaku dengan senjata tajamnya mengancam kasir toko dan berhasil menggasak uang tunai hasil penjualan toko sebesar Rp1,5 juta, sebuah sweater warna hitam, sebuah topi, dan satu kemeja warna loreng.

Dari keterangan pelapor dan saksi, diketahui saat kejadian pelaku datang bertiga dengan seorang perempuan berboncengan motor pada Jumat 28 Juni 2019 sekitar pukul 22.20.

"Pada saat saksi menjaga toko di TKP, tiba-tiba 3 orang yang tidak dikenal yaitu seorang perempuan dan dua orang laki-laki datang ke depan toko. Dua laki-laki berpura-pura menjadi pembeli masuk ke dalam toko. Mereka menghampiri saksi atau korban dan salah seorang pelaku langsung mengeluarkan golok mengancam korban," kata Argo.

Sementara seorang perempuan yang diketahui istri D, menunggu di motor dan mengawasi situasi. "Dengan mengancam menggunakan golok dan pisau, seorang pelaku merampas handphone Oppo A3s warna merah milik korban yang sedang digenggam. Lalu tersangka juga mengunci leher korban dengan tangannya," kata Argo.

"Kemudian setelah tersangka meninggalkan toko diketahui tersangka telah mengambil uang tunai sebanyak Rp.1.500.000 di laci kasir, dan beberapa pakaian yang ada di toko," sambung Argo.

Dari laporan korban ini polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku. "Dan akhirnya kedua pelaku yakni HP dan D dibekuk di kawasan Jakarta Barat, Senin 1 Juli, kemarin," kata Argo.

Sementara seorang perempuan yang diketahui ikut beraksi saat merampok toko di Tangerang diketahui adalah istri D dan tinggal di Depok. "Saat akan diamankan, istri D ini sudah terlebih dulu diamankan Polres Jakarta Barat karena kasus 351 atau penganiayaan," kata Argo.

Tersangka Heri Putra yang kini ditahan pihaknya akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan serta Pasal 368 KUHP tentang pengancaman yang ancaman hukumannya 9 tahun penjara.