JAKARTA - Polres Jakarta Selatan meringkus dua pria pelaku pencurian dengan modus ganjal kartu ATM, yang berhasil terbongkar oleh salah satu korbannya. 
Akibat perbuatannya, dua orang pria, EF (28) dan AYP (37), kini mendekam di ruang tahanan Polsek Metro Cilandak, Jakarta Selatan, lantaran aksi pencurian dengan modus ganjal kartu ATM terbongkar oleh salah satu korbannya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes (Pol) Mardiaz Kusin Dwihananto mengungkap, aksi itu terjadi pada Kamis (11/1/2018) siang, ketika Herlina yang menjadi korban sedang mengambil uang di ATM BNI, di area pom bensin perempatan Fatmawati, Jakarta Selatan.

"Korban memasukan kartu tapi tidak bisa, si tersangka ini pura-pura membantu, kemudian ketika dipersilakan korban, dia menukar ATM yang terganjal tadi dengan ATM milik tersangka," ujar Kapolres di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Mardiaz melanjutkan, setelah menukar dengan kartu ATM lain, pelaku menyuruh Herlina memasukkan PIN. Oleh tersangka, PIN tersebut dihapalkan. Setelah gagal, Herlina keluar dan menelepon pihak bank. Herlina kemudian sadar kartu yang dipegangnya bukan miliknya. Ia buru-buru kembali ke ATM dan memergoki pelaku sedang bertransaksi dengan kartu ATM-nya.

"Tersangka ini melakukan pengambilan uang di mesin ATM sebelahnya. Pada saat itu, si korban berteriak meminta dikembalikan kartunya dan ada dua orang Polantas yang berjaga di pos mendengar dan segera menangkap (tersangka) pelaku," kata Mardiaz.

Atas kasus ini kedua tersangka lalu diserahkan ke Unit Reskrim Polsek Metro Cilandak. Dari keduanya, polisi menemukan 15 kartu ATM terbitan berbagai bank, serta satu pak tusuk gigi. Mereka mengaku sebagai pencuri dengan spesialisasi ganjal kartu ATM dengan tusuk gigi.

Mardiaz menyebut komplotan itu beranggotakan dua orang. Satu berperan mengelabui korban di ATM dan satu lagi menunggu di mobil. Mereka sudah setengah tahun beraksi, rata-rata seminggu tiga kali menguras ATM orang. Kartu ATM didapatkan dari copet. "Menurut pengakuan tersangka, kartu ATM didapat dari copet. Kami masih mencari copet yang memberi kepada tersangka," ujar Mardiaz.