BREAKINGNEWS.CO.ID-Dua pekan jelang puncak haji, yakni wukuf di Arafah, seluruh jemaah diminta untuk menghindari  aktivitas yang tidak penting dan memperbanyak minum, serta makan tepat pada waktunya.

"Kalau beraktivitas pakai alat pelindung diri (APD)," kata Kepala Klinik Kesejatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dr. Nirwan Satria, Sp.An, Rabu (8/8/2018) di kantornya di kawasan Aziziyah, Janubiyah, Mekah. Ia menambahkan, pasien yang banyak dirawat adalah karena sesak, demensia, hipertensi dan ulkus diabetes.

"Ini tercetus karena kelelahan fisik dan kurang minum," jelasnya. Karenanya pihaknya meminta kepada seluruh jemaah agar menjaga kesehatan jelang wukuf. 

"Kami sudah siapkan KKHI Makkah dengan lebih dari 200 tempat tidur dan dokter spesialis. Namun yang utama adalah jemaah harus mampu menjaga kesehatannya masing-masing," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari situs Kementerian Agama, Kamis (9/8) pagi.

"Gunakan alat pelindung diri (APD) dan ikuti anjuran kesehatan yang sudah disampaikan oleh Tim Promotif Preventif dan dokter kloter," tambahnya.

Di KKHI Mekah sampai Selasa (7/8) kemarin, telah merawat 219 pasien. Adapun jemaah yang masih dirawat inap di KKHI Mekah sebanyak 97 orang dan dirawat di RSAS di Mekah 64 jemaah.

Untuk diketahui, seluruh jemaah telah bergeser ke Makkah bergabung dengan gelombang 2 yang tiba melalui Jeddah. Kendati demikian, berdasarkan catatan KKHI Madinah yang diterima Media Center Haji (MCH) Rabu (8/8) masih ada 7 pasien yang dirawat di KKHI Madinah. Seluruh pasien merupakan pasien yang kembali dari rawatan di RS Arab Saudi.

"Hari ini 4 orang rencananya akan dievakuasi ke Makkah, sehingga yang masih dirawat di KKHI Madinah ada 3 orang," jelas Direktur KKHI Madinah dr. M. Yanuar, Sp.P.

Ditambahkan, di RSAS Madinah saat ini masih ada 18 orang yang dirawat, dimana 6 orang diantaranya masih dirawat di ruang ICU dengan ventilator, serta 2 - 3 orang direncanakan kembali ke KKHI Madinah.