BREAKINGNEWS.CO.ID – Parade militer di kota Ahvaz, Iran bagian barat daya pada Sabtu (22/9/2018) diserang oleh dua pria bersenjata. Serangan tersebut berhasil menewaskan sedikitnya delapan anggota Garda Revolusi Iran serta melukai 20 orang lainnya.

Kantor berita Iran, IRNA memberikan laporan, korban luka termasuk juga seorang wanita serta seorang anak-anak tanpa memberikan laporan lebih terperinci. Laporan sebelumnya menggambarkan penyerang sebagai "Takfiri," istilah yang sebelumnya digunakan untuk menggambarkan kelompok Negara Islam atau ISIS.

Kantor berita semi resmi Fars, yang dekat dengan Garda Revolusi, menuturkan dua pria bersenjata dengan sepeda motor mengenakan seragam khaki melakukan serangan tersebut seperti dikutip dari laman Fox News. Televisi negara menunjukkan gambar-gambar sesaat setelah kejadian. Terlihat paramedis membantu seseorang berseragam militer yang berbaring di tanah. Personel keamanan bersenjata yang lain saling berteriak di depan apa yang tampak sebagai stand untuk pawai.

Kantor berita semi resmi ISNA mempublikasikan foto-foto setelah serangan itu, dengan pasukan berpakaian seragam berlumuran darah membantu satu sama lain. Serangan itu menyerang Quds Ahvaz, atau Jerusalem, Boulevard. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan itu.

Serangan Sabtu (22/9) terjadi setelah serangan terkoordinasi pada 7 Juni 2017. Saat itu kelompok Negara Islam menyerang parlemen dan kuil Ayatollah Ruhollah Khomeini di Teheran. Pada titik itu menandai satu-satunya serangan oleh ekstremis Sunni di dalam Syiah Iran, yang sudah sangat terlibat dalam perang di Irak dan Suriah, di mana para militan pernah memegang wilayah yang luas. Sedikitnya 18 orang meninggal dunia dan lebih dari 50 terluka dalam serangan tersebut.

Pelaku penyerangan, bersenjata senapan serbu Kalashnikov dan bom, menyerbu kompleks parlemen di mana sesi legislatif telah berlangsung. Memicu pengepungan selama berjam-jam. Sementara itu, orang-orang bersenjata dan pembom bunuh diri juga menyerang di luar makam Khomeini di pinggiran selatan Teheran. Khomeini memimpin Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Shahah yang didukung Barat untuk menjadi pemimpin tertinggi pertama Iran sampai kematiannya pada 1989.

Serangan itu mengejutkan Teheran, yang sebagian besar telah menangkal serangan militan dalam beberapa dasawarsa setelah kerusuhan di sekitar Revolusi Islam. Ahvaz adalah ibu kota provinsi kaya minyak Iran, Khuzestan, yang di masa lalu telah menyaksikan separatis Arab menyerang jaringan pipa minyak.