JAKARTA - Satuan Patroli (Satrol) Lantamal III Jakarta Koarmada I menangkap dua buah kapal yang berisi 800 ton BBM ilegal. Adapun penangkapan tersebut dilakukan di Pulau Sabesi Lanal, Lampung. Selain membawa BBM ilegal, kedua kapal tersebut juga tidak memiliki dokumen kelengkapan perjalanan.

Pangarmada I Laksda TNI Yudo Margono menjelaskan jika awalnya Satrol tersebut melakukan patroli. Kemudian mencurigai kapal bernama lambung MT Jaya Mukti 1 dan MT Kallyse yang sedang memuat BBM di Perairan Mutun, Teluk Lampung. "Kita sudah intai berhari-hari di mana kapal ini mengangkut BBM ilegal dari truk di darat kemudian dibawa ke laut. Jadi dari tangki di darat itu dibawa ke laut. Jadi saya belum tahu, tangki ini dari mana," ujarnya, Minggu (27/5/2018).

Penangkapan tersebut dilakukan pada Kamis (24/5/2018) lalu pada pukul 23.30 WIB. Saat pemeriksaan, kapal bermuatan BBM jenis solar yang masing-masing terdiri dari 600 tomn dan 200 ton tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi terkait dengan muatan kapal. "Karena dia waktu kita periksa, ternyata tidak dilengkapi dengan dokumen kapal, dokumen muatan maupun dokumen pelayaran. Artinya bahan bakar ilegal. Jadi ya kita tangkap dan kita proses," ucap Yudo.

Saat ini kapal sudah bersandar di Dermaga Pondong Dayung, Tanjung Priok, Jakarta. Nakhoda beserta 23 anak buah kapal (ABK) masih diamankan, sementara bahan bakarnya akan diserahkan ke Migas. "Iya perusahaannya akan kita tindak lanjuti siapa. (Kapal) masih ditahan untuk kita mintai keterangan yang menyidik Lantamal III. Minyaknya akan kita serahkan ke migas lelang untuk negara," lanjutnya.

Menurutnya, nahkoda beserta ABK terancam akan dikenakan UU pelayaran karena tidak memiliki surat-surat. Selain itu, mereka juga dijerat dengan UU Migas. "Kalau kena UU Migas ancaman hukumannya bisa maksimal 4 tahun dan denda Rp 40 miliar. Tapi kalau UU Pelayaran tidak membawa SPB itu maksimal 4 tahun dan denda 600 juta," tutupnya.