BREAKINGNEWS.CO. ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Partai Nasdem Lampung Tengah, Paryono dan Ketua Pemuda Nasdem Pringsewu Sony Adiwijaya. Kedua saksi tersebut akan dimintai keterangannya terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun 2018 yang menjerat Bupati Lampung Tengah, Mustafa (MUS).

“Hari ini penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab lampung Tengah, yakni Dewan Pengurus Daerah Partai Nasdem Lampung Tengah, Paryono dan Ketua Pemuda Nasdem Pringsewu Sony Adiwijaya. Meraka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MUS,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Dalam penyidikan kasus ini, KPK telah menetapkan Mustafa selaku Bupati Lampung Tengah dan empat anggota DPRD Lampung Tengah sebagai tersangka. Mereka adalah Achmad Junaidi selaku Ketua DPRD Lampung Tengah, serta tiga orang anggota DPRD yakni Bunyana, Raden Zugiri, dan Zainudin.

Mereka disangka menerima suap dari Mustafa untuk menyetujui pinjaman daerah kepada PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) sebesar Rp 300 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Lampung Tengah, pengesahan APBD-P Lamteng Tahun Anggaran 2017, dan pengesahan APBD Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.

Mustofa telah divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim juga menjatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama 2 tahun usai menjalani pidana pokok. Namun, berdasarkan pengembangan perkara, KPK kembali menetapkan Mustafa sebagai tersangka.

Ia diduga menerima suap dan gratifikasi mencapai Rp 95 miliar. Uang yang didapat dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018 itu diduga berasal dari 230 calon rekanan proyek. KPK berkeyakinan dari total gratifikasi itu, sebanyak Rp 12,5 miliar digunakan Mustafa untuk menyuap anggota DPRD Lampung Tengah.