BREAKINGNEWS.CO.ID-Rider-rider Jepang sukses memborong dua medali emas dari cabor berkuda yang Minggu (26/8/2018) mementaskan persaingan final pada beregu dan perorangan nomor eventing atau trilomba, di Jakarta International Equestrian Park (JIEP) Pulomas.

Medali emas trilomba perorangan untuk Oiwa Yoshiaki yang bersama kuda Bart Lira mencatat angka hukuman akumulatif terkecil 22.70, perak untuk Mirza Fouaad dari India (Seigneur Medicott/26.40), dan perunggu untuk Hua Tian Alex (Cina/PSH Convivial/27.10).

Di beregu, medali emas untuk Jepang (82.40), perak untuk India (121.30), sementara perunggu Thailand (126.70).

Kuartet Indonesia yang terdiri atas Riko Ganda Febriyanto (Lelis Blanch), Alvaro Menayang (All Right), Steven Menayang (Riga) dan Jendry Palandeng (Donitri), menempati posisi ke-8 atau paling akhir, setelah Cina, Hongkong, Korsel dan Qatar.

Di nomor perorangan, posisi terbaik dicapai Jendry Palandeng, yang menempati posisi ke-13 dari 20 peserta yang bertahan hingga hari terahir eventing yang melombakan jumping 110 cm. Steven Menayang tak lagi tampil di jumping ini, sementara Riko Ganda dan Alvaro Menayang sudah tereliminasi di hari kedua yang melombakan cross-country.

Dua medali emas equestrian sebelumnya diperebutkan di nomor dressage beregu dan perorangan. Emas perorangan untuk Jacqualine Siu (Hongkong/JC Fuerst On Tour), medali perak Qabil Ambak Mahammad Fathil (Malaysia/Rosenstolz), sementara perunggu Kim Hyeok (Korse/Degas K).

Medali emas dressage beregu untuk Jepang (Nasanao Takahashi/Shunsuke Terui/Kazuki Sado/Akane Kuroki), perak untuk Korsel (Kim Chun-pil/Nam Deong-heon/Kim Hyun-sub/Kim Hyeok), sementara perunggu Thailand (Arinadtha Chavatanont/Apisada Bannagijsophon/Chalermcharm Yotviriyavanit/Pakjira Thongpakdi).

Di nomor dressage ini tim Indonesia yang terdiri atas Larasati Gading (Calaiza T), Dara Ninggar Prameswari (Commodore), Nadya Allegra Zaq (Bique-Bique Cedrod) dan Dwi Kunti Nyoto Setiowati (Diamond Boy 8) hanya menempati urutan ke-4 di beregu. Sementara untuk perorangan, Larasati hanya menempati posisi ke-11 dari 15 peserta, setingkat di bawah Dara Ninggar Prameswari yang berada di urutan ke-10.

Dari enam medali emas yang diperebutkan di equestrian ini Indonesia sejak awal menargetkan satu medali emas. Satu emas tersebut dari dressage beregu atau perorangan. Larasati Gading yang paling diandalkan. Untuk itu, Larasati Gading diberikan keistimewaan dengan mendapatkan kuda yang disewa cukup mahal, serta tetap berlatih di tempat tinggalnya di Jerman. Demikian juga dengan Dewi Kunti Nyoto, yang diberikan kesempatan berlatih di Singapura, yang ditinggalinya selama ini.

Masih ada dua medali emas lagi yang diperebutkan di cabor berkuda ini, yakni dari beregu dan perorangan jumping. Nomor beregu dilombakan mulai Senin (27/8), penentuan medalinya hari Selasa (28/8). Untuk beregu, tinggi rintangan yang harus dilompati setiap rider adalah 140 cm. Untuk perorangan, tinggi rintangan menjadi 150 cm. Kompetisi perorangan jumping dilangsungkan Kamis (30/8), hari terakhir equestrian Asian Games 2018.

Ada empat rider Indonesia yang tampil di beregu dan perorangan jumping ini, yaitu Kurniadi Mustopo (Capri's Pearl), Ferry Wahyu Hadiyanto (Faults Free), Yanyan Hadianysah (Equinara Bodius) dan Raymen Kaunang (Conquistador).