BREAKINGNEWS.CO.ID-Sekwan DPRD DKI DKI Jakarta, Muhammad Yuliadi mengakui bahwa pihaknya telah menerima surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tertandatangan pada 31 Januari 2019 lalu.

Surat tersebut pernyataan minta persetujuan dari pihak DPRD DKI Jakarta terkait rencana pelepasan saham milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada PT Delta Djakarta terhadap BUMD yang memproduksi minuman beralkohol tersebut.

“Udah di Pras (Ketua DPRD DKI Jakarta), udah masuk ke Pak Ketua. Udah terima Pak Ketua,” kata Yuliadi saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Ia menuturkan, setelah surat dari Anies diterimanya maka langsung diserahkan pada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi untuk ditindaklanjuti namun sampai saat ini belum menjadi pembahasan dalam rapat bersama anggota dewan. “Ya, belum dirapatin,” tuturnya.

Dalam surat tersebut, tertulis bahwa surat persetujuan bukan kali ini saja dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingat pada 16 Mei 2018 lalu pihaknya juga sudah bersurat. Sebagaimana isian surat itu menjelaskan kalau penjualan saham dilakukan demi mengoptimalisasi sumber daya dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rencana pencabutan saham PT Delta Djakarta sendiri muncul sebelum Anies Rasyid Baswedan resmi mengisi jabatan sebagai gubernur DKI Jakarta. Realisasi wacana itu bergulir saat Anies kampanye Pilkada DKI Jakarta dan demi memenuhi janjinya maka ia bersikekeh cabut saham PT Delta Djakarta.

Ia pun menilai bahwa keuntungan saham bisa lebih bermanfaat jika dipakai untuk pengadaan air bersih yang mana hingga kini masih banyak warga tidak merasakan air bersih dibandingkan harus menginvestasikan anggaran untuk minuman alkohol.

“Silahkan ditanyain aja para caleg itu, anda mau milih 1.2 triliun mau dipakai untuk memajukan dunia peralkoholan atau mau dipakai untuk memajukan air bersih untuk rakyat?,” terang Anies di Jakarta, Jumat (8/3/2019).