BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktur Indopolling Network, Wempy Hadir mengatakan pemilu e-voting sejatinya usulan yang dapat didiskusikan. Menurutnya, hal itu terkait dengan perkembangan pemilu yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Adapun usulan pemilu e-voting sebelumnya diusulkan oleh Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Menurutnya, cara seperti itu akan mempermudah pemilih dan meningkatkan partisipasinya.

"Sistem pemilu kita terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Apa yang diusulkan oleh ketua DPR RI merupakan wacana yang bisa didiskusikan ke depan terutama oleh lembaga perwakilan rakyat," kata Wempy kepada breakingnews.co.id saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Senin (11/3/2019).

Meski demikian, lanjut Wempy, usulan tersebut tentunya tak lepas dari instrumen yang akan dibutuhkan. "Sebab, secara demografi Indonesia terdiri dari berbagai wilayah dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Oleh sebab itu, perlu dipikirkan soal konektivitas jaringan yang memadai. Sehingga seluruh pemilih di seluruh pelosok Indonesia dapat menggunakan hak politiknya," ujarnya.

"Tinggal perlu diperhitungkan juga soal kelemahan dari e-voting. Kalau potensi kelemahannya yang tinggi, maka perlu dipikir ulang untuk menggunakan e-voting," sambung Wempy.

Intinya, tegas Wempy, bahwa e-voting harus tetap menjaga suara pemilih agar tidak diganggu oleh kepentingan siapapun, baik kepentingan konstestan maupun kepentingan kelompok luar yang ingin melakukan infiltrasi dalam pemilu kita.

"Jadi perlu dipikirkan juga secara matang sebelum nanti e-voting sebagai sistem yang akan kita gunakan dalam pemilu," tegasnya.

"Kalau kita tidak kuat secara telnologi yang bisa menangkal infiltrasi kelompok luar, maka bisa saja bobol e-voting itu. Maka yang menang adalah mereka yang mempunyai irisan kepentingan dengan kelompok yang melakukan infiltrasi. Jadi rawan juga," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut Bambang, penggunaan e-voting tersebut telah diuji coba di Wilayah Jawa Timur. Saat itu kata Bambang berhasil. "Ini udah diuji coba dalam pilkades di beberapa desa di Surabaya, Jawa Timur dan berhasil. Kenapa tidak kita angkat di tingkat nasional?" katanya.

Namun Bambang akui memang sulit dilakukan. Tetapi harus berani mempraktikkan hal tersebut. "Memang sulit tapi harus berani dilakukan. Tapi saya yakin kalau semua orang bisa memilih sambil memasak di rumah atau mengasuh anak di rumah pasti partisipasi publiknya lebih dari 90 persen," harapnya.