BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung Pemerintah dalam pemberantasan dan pencegahan terorisme sesuai hukum positif yang berlaku. 
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi kasus ditangkapnya terduga teroris Abu Hamzah yang merupakan anggota jaringan terduga teroris Putra Syuhada (PS) oleh Densus 88 Antiteror di Sibolga, Sumatera Utara (12/3/2019).
 
Bambang pun mendorong Kepolisian mengusut tuntas peristiwa tersebut dan melakukan pendalaman terhadap jaringan teroris terkait. 
 
"Serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/3/2019). 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bersatu membantu Polri dalam menumpas jaringan terorisme, serta mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk terus berkoordinasi dalam mengantisipasi pergerakan terorisme. 
 
Bambang juga mendorong Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI (Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo 90 Korphaskas TNI AU), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Intelijen Kepolisian untuk terus meningkatkan kinerja dan kewaspadaan dengan mengantisipasi, mencegah serta menanggulangi pergerakan terorisme..
 
"Terutama menjaga stabilitas keamanan jelang Pemilu 2019, mengingat saat ini pergerakan terorisme bersifat sporadis," katanya. 
 
Selain itu Bambang mendorong Komisi III DPR untuk segera membentuk Dewan Pengawas untuk melakukan pengawasan dalam upaya pemberantasan terorisme, sebagai amanat dari Undang-undang Antitrorisme. 
 
"Mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berpartisipasi dalam menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal serta melaporkan ke aparat kepolisian apabila mengetahui adanya potensi pergerakan terorisme dan radikalisme," tegasnya.
 
Bunuh Diri
 
Diketahui, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, diduga meledakkan diri menggunakan bom rakitan jenis 'lontong' di Sibolga, Sumut, Rabu (13/3/2019) dini hari sekitar pukul 01.20 WIB. Istri Abu Hamzah lebih memilih meledakkan diri dari pada menyerahkan diri kepada polisi. 
 
"Dugaan sementara kami,  dia menggunakan bom rakitan bom lontong. Kita masih menunggui perkembangan lebih lanjut dari lapangan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo,Rabu (13/3/2019) kepada wartawan.
 
Dedi menyebut bom jenis lontong di Sibolga merupakan bom rakitan dari pipa paralon yang berisikan berbagai unsur berbahaya seperti potasium, paku, baut, dan pecahan kaca.
 
Polisi memastikan bom jenis lontong yang diledakan di Sibolga nyaris menyerupai bom ssebelumnya yang juga ditemukan dari terduga teroris di Lampung, R alias P, yang berhasil diamankan pekan lalu. 
 
"Jadi di Lampung kita juga menemukan jenis bom yang sama, cuma bom yang di Lampung tidak sebanyak yang kita temukan di sini. Di Sibolga cukup banyak, baik yang sudah terakit maupun yang belum terakit," jelad Dedi.
 
Kata Dedi, bom di Sibolga diledakan istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah yang menolak menyerahkan diri dalam pengepungan polisi bersama tokoh masyarakat pada pada Rabu (13/3) dini hari pukul 01.20 WIB.