BREAKINGNEWS.CO.ID - Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, sejumlah pelabuhan terus berbenah. Perkembangan itu dari pembenahan itu mulai terlihat di Pelabuhan Benoa, Bali, tahun ini. Sebagai pelabuhan pariwisata, tahun ini Pelabuhan Beno dijadwalkan menerima 75 kapal pesiar.

Tak hanya itu, di bawah arahan Doso Agung untuk mengembangkan pariwisata lewat pelabuhan, diperkirakan total penumpang sekitar 57.200 wisatawan mancanegara sepanjang 2019. Jumlah ini tentunya merupakan Pertumbuhan yang sangat positif.

Menurut CEO Pelindo III Regional Bali Nusra I Wayan Eka Saputra, kunjungan kapal pesiar yang membawa ribuan wisatawan ke Pulau Dewata terus meningkat dari tahun ke tahun. Pelabuhan Benoa pun juga sudah menyediakan sentra kerajinan tangan  dan produk tradisional lainnya untuk memanjakan wisatawan.  

“Menurut catatan kami, maka pada Januari hingga April ini telah bersandar 26 kapal pesiar yang membawa lebih dari 24.400 wisatawan asing,” kata I Wayan Eka Saputra. Rinciannnya, menurut Wayan Eka, pada Januari 2019 sudah berlabuh sebanyak 6 kapal pesiar, pada Februari 2019 terdapat 6 kapal pesiar. Selanjutnya pada Maret 2019, 11 kapal pesiar, dan bulan April 2019, tercatat 3 kapal pesiar.

Wisatawan Meningkat

Wayan tentu sangat berharap sebanyak 75 kapal pesiar yang akan bersandar sepanjang 2019 dapat terealisasi sesuai rencana awal. Bahkan ia berharap jumlah kedatangan kapal pesiar itu bisa bertambah.

Sementara jika dilihat berdasarkan data, pada tahun 2018 sudah terdapat 67 kapal pesiar bersandar. Mereka membawa sekitar 54.802 wisatawan asal mancanegara di Pelabuhan Benoa. Jumlah tersebut naik 5% jika dibanding pada tahun 2017 yang hanya mencapai 52.125 orang.

Lewat serangkaian penataan dan penambahan fasilitas yang dilakukan Pelindo III di Pelabuhan Benoa maka Wayan Eka optimistis jumlah kunjungan kapal pesiar tahun depan juga semakin meningkat.  

Revitalisasi Pelabuhan Benoa 

Apalagi saat ini Pelabuhan Benoa sudah memiliki alur minus 12 meter low water spring (LWS). Hal didapat melalui pengerukan dan pendalaman yang sebelumnya minus 9 meter LWS atau rata-rata muka air laut. Kedalaman alur ini tentu sangat memungkinkan bagi kapal pesiar dengan ukuran panjang lebih dari 350 meter secara mudah bermanuver untuk sandar di Pelabuhan Benoa.

“Kami selalu menginformasikan kondisi terkini pelabuhan sehingga menjadi daya tarik kapal pesiar yang ingin singgah ke Bali,” ujarnya. Wayan juga menyebut revitalisasi pelabuhan dengan penambahan berbagai fasilitas yang saat ini dilakukan bakal menambah minat kapal pesiar yang menginginkan keamanan dan kenyamanan selama berlabuh.

Menurut Doso Agung, kini kolam di dermaga timur dan selatan serta kolam di curah cair dan gas, telah diperdalam menjadi minus 12 meter LWS dari kondisi sebelumnya sekitar minus 8-minus 9 meter LWS. Bahkan perbaikan itu juga menyentuh Turning basin (area untuk berputar kapal) yang kini sudah diperlebar dengan radius putar 420 meter dari sebelumnya 300 meter sehingga memungkinkan kapal bergerak dengan aman.

Sementara lebar kolam timur dari 150 meter kini menjadi 200 meter. Selanjutnya untuk kolam barat diperlebar dari 150 meter menjadi 330 meter.

Wayan Eka menambahkan terminal penumpang yang dulu hanya berkapasitas 900 orang kini sedang dikembangkan dengan membangun gedung seluas 5.600 meter persegi yang mampu menampung 3.500 orang. “Saat ini pembangunan fisik gedung terminal penumpang telah mencapai 75% dan ditargetkan rampung Juli 2019,” katanya.

Lewat sejumlah revitalisasi pelabuhan Benoa itu, maka pelabuhan tersebut sudah siap menyambut kedatangan kapal-kapal pesiar besar dan siap untuk semakin menggairahkan pariwisata di Bali.