BREAKINGNEWS.CO.ID - Arus peti kemas yang diangkut oleh kapal-kapal di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang tahun demi tahun teris mengalami peningkatan. Menurut Dirut Pelindo III, Doso Agung, pada kuartal pertama tahun ini saja terjadi kenaikan sebesar 8,25%  jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hal ini terjadi lantaran adanya pendalaman kolam yang sudah dilakukan oleh Pelindo III. Kondisi itu membuat kapal-kapal dengan gross tonage (GT) besar masuk ke Terminal Peti Kemas Semarang. Bahkan untuk kondisi saat ini, kapal-kapal yang masuk dapat mencapai 41.000 GT.

Secara total arus peti kemas di Terminal Peti Kemas Semarang selama bulan Januari hingga Maret 2019 sudah mencapai 169.867 TEUs dengan 105.937 boks. Sementara untuk periode yang sama pada tahun lalu, arus peti kemas di TPKS hanya mencapai 156.919 TEUs dengan 97.886 boks.

Hal ini menambah keyakinan Doso Agung untuk meminta kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan serta mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan melakukan hal sama. Pendalaman kolam di Terminal Peti Kemas di pelabuhan lainnya diharapkan juga memiliki kedalaman yang sama dengan kolam Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Menurut Recky Julius Uruilal, General Manager Terminal Peti Kemas Semarang, yang dikelola oleh Pelindo III,  untuk urusan pendalaman alur merupakan kewenangan otoritas. Sementara pendalaman kolam yang dilakukan perusahaan adalah investasi perusahaan.

Kapal Groos Tonage Besar

Kini, kedalaman kolam di Terminal Peti Kemas Semarang sudah mencapai 12 meter. Hal ini membuat kapal-kapal dengan ukuran besar bisa masuk ke pelabuhan dengan leluasa. Namun kedalaman alur yang ada di Terminal Peti Kemas Semarang sendiri baru mencapai 10 meter.

“Manajemen Pelindo III akan menyampaikan kepada otoritas dalam hal ini KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) agar bisa diusulkan kembali kepada Kemenhub untuk bisa melakukan pemeliharaan menjadi 12 meter,” ucap Recky.

Recky juga menjelaskan, Pelindo III membuat kedalaman kolam di Terminal Peti Kemas Semarang menjadi 12 meter dikarenakan pada masa datang kapal-kapal yang masuk ke terminal memiliki ukuran minimal, yang membutuhkan kedalaman kolam hingga 12 meter.

Perusahaan shiping line, tentunya akan berusaha maksimal memuat container menjadi satu kapal. Jika hal ini bisa dilakukan maka biaya transportasi logistik jauh lebih murah dibandingkan harus mendatangkan banyak kapal dengan GT lebih kecil.

“Perlu dipahami shiping line itu, mereka kalau bisa muatannya jadi satu kapal lebih baik karena cost logistic transport lebih murah daripada dia harus mendatangkan kapal-kapal dengan GT yang lebih kecil tapi unitnya banyak,” kata Recky.