BREAKINGNEWS.CO.ID- Uji coba program kontainer mini masuk desa kini terus dievaluasi. Dirut Pelindo III, Doso Agung, menjadikan program ini sebagai sebuah perhatian penting guna mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil (remote area), terutama di wilayah timur Indonesia.

Program ini terutama guna mengatasi keterbatasan infrastruktur di wilayah-wilayah tersebut, yang hingga kini masih sulit untuk di atasi. Terutama untuk pendistribusian produk-produk industri dan pertanian dari sejumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

"Minikon sangat sesuai digunakan di wilayah Indonesia Timur maupun wilayah terpencil (remote area) untuk mengatasi  keterbatasan infrastruktur  maupun kapasitas angkutan ... hasil ujicoba akan dilakukan evaluasi sebelum diterapkan secara masif," ujar Doso Agung dalam pesan singkatnya kepada breakingnews.co.id, Jumat (12/4/2019).

Program komersial kontainer mini sejauh ini baru sampai tahap purwarupa (prototype). Namun Doso Agung sangat berharap kontainer ini bisa berjalan mulus. Pasalnya dengan muatan yang relatif kecil seperti bers sejumlah tiga ton, kontainer ini bisa sangat memebnatu petani dan idsutri kecil di wilayah terpencil. 

Kontainer mini yang juga bisa dimasukkan ke dalam kontainer 20 feet ini juga memiliki banyak kelebihan. Kontainer mini ini bahkan dapat dilipat dan masuk ke kontainer 20 feet, mempunyai kapasitas 3 ton per kontainer, tidak perlu ada stuffing dan stripping lagi di pelabuhan, bersifat end to end dari gudang penjual ke pembeli, serta sanggup menjangkau daerah terpencil.

"Rencana produksi tergantung permintaan market, tapi sanggup memproduksi 1.000 kontainer dalam waktu 3 bulan," kata Direktur Utama Pelindo Marine Service Eko Hariyadi dalam siaran pers, Rabu (10/4/2019).

Kontainer mini ini merupakan hasil inovasi Pelindo Marine Service, anak perusahaan PT Pelindo III (Persero) melakukan inovasi dengan memproduksi kontainer mini bernama Minicon. Kontainer mini berdimensi 6 feet mulai diuji coba pada pekan ini dengan tujuan pengiriman barang hingga desa-desa di Kecamatan Essang, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara.