BREAKINGNEWS.CO.ID - Mengacu Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Tanjung Perak, Pelindo III (Persero)  kini merelokasi PT DOK dan Perkapalan Surabaya (DPS) dari area pelabuhan tersebut. PT DPS akan menyusul PT Pengerukan Indonesia (RUKINDO) yang sudah terlebih dahulu pindah dari lokasi kerjanya. Setelah menempati area itu sejak tahun 1910, PT DPS akan menempati area baru lantaran areanya saat ini akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan.

“Pelindo III mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Tanjung Perak yang ditetapkan Kementerian Perhubungan,” ucap Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo III (Persero), Doso Agung. “Dalam RIP itu tidak ada lokasi docking (pemeliharaan) kapal di dalam area kerja Pelabuhan Tanjung Perak.”

Doso Agung juga menjelaskan, kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut telah bersepakat terhadap beberapa poin penting terkait rencana pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak. Menurut Doso Agung, salah satu poin tersebut adalah penggunaan lahan untuk perluasan pelabuhan di area yang saat ini digunakan perusahaan doking kapal peninggalan kolonial Belanda tersebut.

Doso Agung juga menjelaskan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak mengacu pada arus barang yang semakin meningkat. Hal itu membutuhkan lahan untuk memperluas area kerja operasional Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pintu gerbang bagi distribusi barang di kawasan timur Indonesia.

“Penggunaan lahan yang saat ini dipakai oleh DPS dapat meningkatkan kapasitas Pelabuhan Tanjung Perak. Dengan harapan, pelayanan menjadi lebih baik dan arus distribusi barang menjadi lebih lancar,” ulas Doso Agung mantan Dirut PT Pelindo IV ini.

MoU Kedua Pihak

Sementara Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Pelindo III, Faruq Hidayat menjelaskan, kesepahaman antara Pelindo III dan DPS merupakan langkah awal untuk saling mendukung pengembangan usaha di masing-masing perusahaan. Selanjutnya, Pelindo III dan DPS akan duduk bersama dalam satu tim untuk merumuskan langkah konkretnya. “Ini sebagai tindak lanjut atas kesepakatan yang telah ditandatangani kedua belah pihak,” tukas Faruq.

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak yang menggunakan lahan PT DPS merupakan salah satu cara Pelindo III dalam memaksimalkan aset perusahaan. Selain itu, relokasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan perekonomian suatu daerah yang nantinya akan menjadi lokasi kerja DPS yang baru. “Setelah MoU ini, kami akan bekerja dalam satu tim untuk membuat kajian-kajian. Mulai dari kajian pemilihan lokasi DPS yang baru, hingga kajian-kajian mengenai aspek bisnis lainnya,” katanya.

PT DPS mulai beroperasi pada, 22 September 1910, saat pemerintah kolonial Belanda mendirikan NV Drogdok Maatschappij, yang bertujuan untuk melayani kapal-kapal Belanda di Indonesia. Antara tahun 1942 dan 1945, perusahaan ini dikelola Pemerintah Jepang dengan nama Harima Zosen. Pada era kemerdekaan, tepatnya pada, 1 Januari 1961, NV Maatschappij Droogdok Soerabaja menjadi perusahaan milik negara bernama PN Dok dan Perkapalan Surabaya.