JAKARTA - Pada dasarnya manusia normal punya dorongan seksual. Karena ada dorongan seksual, maka manusia mempunyai keinginan erotik untuk melakukan aktivitas seksual sampai ke hubungan seksual. Dorongan seksual dipengaruhi beberapa faktor, yaitu hormon testosteron, rangsangan dari luar, keadaan kesehatan tubuh, faktor psikis, dan pengalaman seksual sebelumnya. Karena faktor yang mempengaruhi tidak hanya satu, maka dapat dimengerti mengapa dorongan seksual setiap orang tidak sama.

Walaupun pada awalnya peranan hormon testosteron sama pada setiap orang, tetapi dalam perjalanan kehidupan seksual kemudian, faktor yang lain juga ikut menentukan. Dua orang yang sama-sama sehat, belum tentu dorongan seksualnya sama, karena sangat tergantung pada pengaruh faktor yang lain juga.

Kalau faktor di atas mendukung dan berpengaruh positif, maka dorongan seksual menjadi baik dan kuat. Sebaliknya, kalau faktor di atas banyak yang tidak mendukung dan berpengaruh negatif, maka dorongan seksual menjadi buruk dan lemah, bahkan lenyap sama sekali. Tetapi walaupun dorongan seksual baik dan kuat, tidak berarti fungsi seksual lain juga baik.

Pada pria, walaupun dorongan seksualnya kuat, belum tentu fungsi ereksinya baik. Itu berarti belum tentu mampu melakukan hubungan seksual dengan baik. Begitu pula wanita, walaupun dorongan seksualnya kuat, belum tentu mampu melakukan hubungan seksual dengan baik. Ini berarti dorongan seksual yang baik tidak selalu diikuti oleh fungsi seksual lain yang baik juga.

Banyak faktor psikis yang tanpa disadari berpengaruh baik bagi dorongan seksual. Seperti ketenangan dalam kehidupan sehari-hari, suasana kerja yang nyaman apalagi romantis, hubungan sosial yang menyenangkan dengan orang lain, dan lingkungan yang memberikan rangsangan seksual.

Mengenai makanan, sebenarnya tidak ada makanan khusus yang terbukti secara ilmiah dapat menekan dorongan seksual. Sama halnya tidak ada makanan khusus yang terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan dorongan seksual.

Memang banyak informasi yang menyebutkan makanan tertentu, khususnya bagian tubuh binatang tertentu, yang dianggap dapat meningkatkan dorongan seksual. Tetapi informasi itu tidak pernah terbukti benar secara ilmiah, walaupun banyak orang mengonsumsinya tanpa manfaat yang pasti.

Yang pasti, makanan bergizi dan mengandung semua bahan yang dibutuhkan tubuh, sangat penting bagi berlangsungnya metabolisme yang baik. Bila didukung kesehatan tubuh yang baik, maka metabolisme hormon testosteron juga baik. Keadaan ini tentu saja akan berpengaruh besar terhadap dorongan seksual.