JAKARTA - Mantan pebalap MotoGP yang sekarang merupakan salah satu perwakilan dari Dorna MotoGP, Loris Capirossi, dikabarkan baru saja menyelesaikan tes pribadi dengan sebuah motor elektrik yang di beri nama Sarolea SP7. Tes privat ini dilakukan untuk menilai bagaimana prospek balap elektrik dan bagaimana spesifikasi motor untuk kelas listrik MotoGP yang akan datang.

Hal tersebut terlihat setelah sesi MotoGP Aragon usai. Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sport, tampak secara serius memperhatikan Loris Capirossi sedang mengetes sebuah motor listrik yang kabarnya akan dipakai balap di arena MotoGP pada 2019.

Saat itu, Capirossi menggeber Sarolea SP7 yang juga menjadi bahan tontonan para kru tim MotoGP yang penasaran, terhadap motor listrik yang telah dipakai balapan di ajang Man TT Zero.

“Loris Capirossi terkesan dengan karakter motor dan bobot sepeda yang relatif ringan, tentu Capirossi telah menguji motor lain yang lolos di ajang MotoGP, dan saya menduga mereka punya motor yang lebih berat bobotnya.” ungkap Bos Sarolea, Bjorn Robbens, seperti yang di beritakan oleh Autosport, Minggu (1/10).

Bahkan Sarolea mengklaim, bahwa pihak Dorna akan membuat keputusan dari keberadaan motor listrik ini, pada akhir bulan depan.

Motor listrik diatur untuk mengikuti sirkuit MotoGP pada tahun 2019, dan Dorna diharapkan segera menunjuk nama-nama pemasok mesin untuk seri balapan ini pada akhir Oktober nanti. Sejauh ini ada beberapa nama yang muncul untuk menjadi kandidat pemasok mesin utama, MotoGP seri elektrik ini diantaranya, Sarolea dan Lightning dengan motor Lightning LS-218 yang juga sempat di uji coba di Circuit of the Americas belum lama ini.

Perusahaan seperti Sarolea dan Lightning berharap bisa terus menjadi kandidat terkuat , tapi pastinya mereka bukan satu-satunya kandidat, karena Energica akan menjadi pelamar potensial lainnya, bersama dengan Mugen yang memiliki hubungan erat dengan produsen motor Honda Jepang.