BREAKINGNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak sebuah laporan yang menyebutkan bahwa dirinya mengkritik Perdana Menteri Inggris, Theresa May. "Saya tidak mengkritik perdana menteri. Itu adalah berita palsu," ujarnya merujuk pada wawancara yang dipublikasikan oleh surat kabar The Sun, Jumat (13/7/2018). Dalam wawancara dengan The Sun itu, Trump dikutip menuturkan bahwa ia sudah memberikan masukan kepada May perihal pendekatannya terhadap Brexit.

Trump dalam laporan itu menyebut May tidak ingin mendengar masukan dari dirinya. Melalui konferensi pers setelah bertemu May, Trump meluruskan bahwa maksudnya adalah memberikan saran, bukanlah nasihat. "Saya memberi dia saran, saya tidak akan katakan itu nasihat dan saya pikir dia melihat itu, mungkin, terlalu brutal, dan saya paham itu," kata Trump.

Trump pun meminta maaf dan mengatakan bahwa sang PM Inggris sebenarnya sangat profesional. "Dia benar-benar profesional. Saya katakan, 'Saya ingin meminta maaf karena saya mengatakan hal baik tentang Anda.' dia membalas, 'Tak perlu khawatir, itu hanya pers,'" kata Trump mengulangi perbincangannya dengan May.

Tiba di Inggris pada Kamis (12/7) waktu setempat, Trump berbicara dengan The Sun usai menerima sambutan dari May. "Saya menuturkan kepadanya bagaimana cara untuk melakukan itu. Itu terserah kepadanya. Tetapi saya katakan kepada dia bagaimana cara melakukannya. Dia ingin mengambil jalan lain," kata Trump kepada surat kabar tersebut.

Trump menuturkan May "tidak mendengarkan" pandangannya soal cara negosiasi perceraian Inggris dari Uni Eropa, tetapi menurut dia itu "tidak mengapa." "Dia harus bernegosiasi dengan cara terbaik yang ia tahu, tetapi sayang sekali apa yang terjadi," kata Trump.

Komentar Trump dalam wawancara itu merupakan kritik yang tak biasa dilontarkan kepada seorang pemimpin negara asing dalam kunjungan ke negara yang bersangkutan. Trump disambut oleh May dalam upacara megah hanya beberapa jam sebelum isi wawancara itu dirilis.

Pada kesempatan yang sama, dia memuji Johnson sebagai "seorang yang sangat berbakat," menyesalkan pengunduran dirinya dan menyebutnya bisa jadi kepala pemerintahan yang baik. "Saya hanya mengatakan bahwa saya pikir dia bisa jadi perdana menteri yang hebat," kata Trump. "Saya pikir dia mampu, dan saya pikir dia punya sikap yang tepat untuk jadi perdana menteri hebat."