BREAKINGNEWS.CO.ID - Pasca gempa bumi berkekuatan 7 skala richter menggetarkan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Banyak warga telah bersatu menghimpun kekuatan untuk membatu warga yang terdampak bencana gempa bumi. Bahkan beberapa daerah sudah mengirimkan bantuan ke Lombok.

Sejak hari kedua pasca gempa yang menghantam pada Minggu (5/8/2018), lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa telah menurunkan tenaga medis terbaiknya yang berasal dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma dari bebrapa wilayah di Indonesia. Seperti dokter spesialis Bedah, spesialis Anastesi, Urolog, Spesialis Rehab Medik, dan spesialis ortopedi.

Melihat banyaknya korban, serta sulit dan jauhnya menjangkau akses kesehatan, membuat tim dokter Dompet Dhuafa, juga menggulirkan mobile klinik untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola di pos-pos pengungsian.

Para korban gempa bumi Lombok Utara silih berganti berdatangan ke Rumah Sakit darurat yang dibangun KOSTRAD, di halaman kantor Bupati Lombok Utara, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara

Tim dokter spesialis dan tim medis Dompet Dhuafa yang ikut bertugas di RS darurat tersebut kerap mendapat pasien dari wilayah yang sulit terjangkau akses kesehatan.

Salah satunya dialami oleh Murdi (52) pasien patah tulang yang menuturkan,"Waktu gempa terjadi saya sedang kedatangan tamu dan mengobrol di bale-bale depan rumah. Seketika saya melompat keluar pagar dari bale-bale, setelah tamu saya berhasil menyelamatkan diri. Tapi saat saya melompat, tiba-tiba tembok pembatas roboh. Sempat bingung mau berobat kemana, karena tidak bisa jalan. Alhamdulillah ada mobile clinic Dompet Dhuafa yang memeriksa kondisi saya dan membawa ke rumah sakit darurat di Tanjung. Terima kasih sekali”.

Beda lagi dengan kisah Amak Sima yang melindungi cucunya dari reruntuhan tembok rumahnya, “"Saya tak mengira akan ada peristiwa seperti ini. Awalnya juga menemani cucu tidur. Tapi waktu salat isya itu, tiba-tiba gempa datang dan, ya begini, kepala saya tertimpa tembok saat melindungi cucu saya”.

Amak Sima pun mendapat penanganan mobile clinic dokter spesialis bedah dan spesialis anastesi dari Dompet Dhuafa.

Menangani pasien saat bencana tentu menjadi sebuah tantangan bagi para dokter di lapangan. Seperti yang dialami salah satu dokter spesialis Dompet Dhuafa, Dr Sjarief Darmawan SpB. Namun semangat membantu karena para pengungsi dan korban kesulitan akses kesehatan, membuat para dokter tetap membantu.

“Alhamdulillah saya dan juga rekan-rekan dokter relawan, dapat membantu saudara sesama yang tertimpa musibah di sini. Semoga dapat membantu meringankan beban saudara kita yang tengah dilanda musibah," tutup dr. Sjarief Darmawan, SpB saat ditemui di RS Darurat.

Seminggu sudah tim Disaster Management Centre berada di Lombok dalam penanganan bencana. Tim DMC dan Dompet Dhuafa sudah banyak melakukan kegiatan bagi para pengungsi di Lombok, di antaranya mendirikan posko pengungsian, mendirikan dapur umum lewat mobil Darling (Dapur Keliling), aksi layanan sehat, serta menurunkan tim Psychology First Aid.