BREAKINGNEWS.CO.ID -Sebanyak  91 orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter di Lombok yang guncangannyha terasa hingga ke Bali, Minggu (5/8/2018) malam. Aparat gabungan bersama tim DMC Dompet Dhuafa terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi, Senin (06/8/2018).

Daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 82 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Menurut Sabeth Abilawa,Direktur Program Dompet Dhuafa, saat ini secepatnya Dompet Dhuafa akan memberangkatkan tim kesehatan yang terdiri dari 4 dokter spesialis, 2 dokter umum dan 2 perawat yang berasal dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Jakarta dan Sulawesi Selatan untuk menjangkau wilayah terparah dari bencana gempa yang terjadi.

"Respon ini merupakan aksi kami dalam membantu menangani para korban serta tindak darurat medis yang sangat dibutuhkan," ujarnya

Beberapa ruangan serta fasilitas rumah sakit Tanjung, Lombok tidak dapat digunakan akibat gempa yang terjadi. Pagi hari ini beberapa tim masih melakukan penyisiran serta bantuan terhadap korban baik luka maupun tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Puluhan pasien RS. Tanjung, masih berada di pelataran halaman parkir karena mengantisipasi terjadinya gempa susulan.

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga).

Selama 25 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.